Saudi Aramco Bakal Tetap Melantai di Bursa Tahun Ini

Kompas.com - 28/03/2018, 05:50 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Perusahaan minyak terbesar di dunia Saudi Aramco tetap akan melantai di bursa saham dengan mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada tahun 2018 ini. Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Saudi Aramco Amin Nasser.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (27/3/2018), Nasser tidak menyebut secara pasti tanggal atau di bursa saham mana Saudi Aramco akan mencatatkan saham perdananya.

Nasser menuturkan, Saudi Aramco bersiap untuk IPO pada semester kedua tahun ini.

"Kami harus bersiap untuk listing pada paruh kedua tahun ini," ujar Nasser, yang menyebut pula pihaknya mencari proses yang kompleks.

Nasser menyebut, masih banyak persiapan yang harus dilakukan Saudi Aramco untuk melakukan IPO. Adapun mengenai tanggal dan bursa saham yang dipilih untuk IPO masih harus dikoordinasikan dengan pemerintah Arab Saudi.

"Jangan lupa bahwa ini adalah proses yang sangat kompleks. Ukuran dan kompleksitas Aramco sangat membutuhkan waktu," sebut Nasser.

Pemerintah Arab Saudi berencana mencatatkan 5 persen saham Aramco di bursa saham yang belum ditentukan. Investor dikabarkan skeptis mengenai panjang proses menempatkan Aramco di bursa saham di luar Arab Saudi.

Beberapa bursa saham yang dipandang potensial sebagai "rumah" bagi Aramco antara lain New York, London, dan Hong Kong. Menurut Nasser, ada banyak permintaan lokasi listing saham Aramco.

Pekan lalu, The Wall Street Journal mewartakan Aramco akan membatalkan rencana IPO di luar negeri. Sebaliknya, Aramco akan mencatatkan sahamnya di bursa saham Arab Saudi.

Rencana IPO Aramco merupakan bagian dari program reformasi ekonomi Arab Saudi bertajuk "Visi 2030." Program reformasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Arab Saudi dari penerimaan berbasis minyak.

Lebih dari 90 persen penerimaan negara Arab Saudi berasal dari minyak. Akibatnya, ketika harga minyak anjlok pada tahun 2014, ekonomi Arab Saudi terguncang.

Untuk menambal APBN yang jebol, pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya memperkenalkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada tahun ini. Arab Saudi yang selama ini dikenal konservatif pun akhirnya membuka diri terhadap pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.