BTPN Syariah IPO April Ini, Harga Saham Ditetapkan pada Kisaran Rp 900

Kompas.com - 28/03/2018, 19:45 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah ( BTPN Syariah) akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Intital Public Offering/ IPO).  Perseroan akan menerbitkan 770.370.000 saham baru atau sekitar 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Adapun harga saham pada penawaran perdana ini ditetapkan pada kisaran Rp 900 sampai Rp 980.

Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty mengatakan, IPO tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjalankan bisnis secara lebih terbuka. Selain itu, melalui IPO ini, manajemen memberi kesempatan kepada khalayak luas untuk terlibat dalam memberdayakan mass market, khususnya masyarakat prasejahtera produktif.

“Dengan memiliki saham BTPN Syariah, publik secara tidak langsung turut andil memberdayakan masyarakat prasejahtera produktif di Indonesia, karena dana yang diperoleh pada IPO ini akan digunakan untuk peningkatan volume pembiayaan terhadap segmen tersebut yang selama ini menjadi fokus bisnis perseroan," sebut Ratih dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Baca juga : Kuartal II IPO, BTPN Syariah Bakal Lepas 10 Persen Saham ke Publik

Sesuai aturan yang berlaku sebut dia, pihaknya juga menawarkan sebagian saham untuk program alokasi saham kepada karyawan (employee stock allocation/ESA) sebanyak banyaknya 10 persen dari jumlah saham yang akan dilepas ke publik.

Masa penawaran awal (book building) akan berlangsung sejak 27 Maret sampai dengan 6 April 2018, dengan rencana tanggal efektif pada 16 April, sedangkan Masa Penawaran Umum (Offering Period) direncanakan terjadi pada 18 - 20 April.

Hingga akhir Desember 2017, total aset BTPN Syariah mencapai Rp 9,2 triliun atau naik 25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 6,5 triliun dan pembiayaan yang disalurkan Rp 6,1 triliun.

“Meski menyasar segmen di bawah mikro, dengan melibatkan banyak sekali debitur, Alhamdulillah kami berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) di level sangat rendah yakni 1,67 persen,”  sebut Ratih.    

Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Underwriter), BTPN Syariah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia.

Direktur Ciptadana Ferry Tanja optimistis investor publik akan merespon positif penawaran saham perdana ini.

“BTPN Syariah memiliki posisi di pasar dan potensi pasar yang luas. Selain itu, kinerja keuangannya juga solid, memiliki tim manajemen yang berpengalaman dan mendapat dukungan penuh dari induk perusahaan,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X