Kompas.com - 03/04/2018, 07:36 WIB
Suasana registrasi prabayar di Grapari Telkomsel Gambir, Rabu (28/2/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoSuasana registrasi prabayar di Grapari Telkomsel Gambir, Rabu (28/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai memblokir sejumlah kartu telepon untuk tahap kedua. Ini adalah bagian dari proses registrasi pelanggan telekomunikasi.

Periode 1-30 April 2018, pelanggan yang belum melakukan registrasi tak bisa menerima SMS dan telepon. Pelanggan ini hanya bisa memakai jaringan internet.

Mengacu data terakhir di situs Kominfo, 360,3 juta pelanggan registrasi. Jadi, seharusnya tak banyak lagi pelanggan registrasi di masa pemblokiran kedua ini. Namun Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mencatat, pelanggan registrasi ulang dan registrasi mencapai 299,87 juta.

"Data-data Kominfo masih pelanggan yang melakukan registrasi dan belum direkonsiliasi dengan data registrasi di operator," ucap Komisioner Bidang Hukum BRTI Ketut Prihadi Kresna Murti ke Kontan, Senin (2/4/2018).

Baca juga: Menkominfo: Setiap Tahun Operator Membeli Lebih dari 500 Juta SIM Card

Itu sebabnya, operator masih agresif mengeluarkan jurus-jurus agar pelanggan meregistrasi. Telkomsel, misalnya, melakukan sosialisasi dan kunjungan ke pelanggan di titik keramaian seperti pemukiman, pasar tradisional, institusi pendidikan, perkantoran hingga kawasan industri. Lalu menggandeng pengusaha, pengurus sekolah, kampus dan pemerintah daerah

Terkait jumlah pelanggan yang diblokir, Telkomsel mengacu ketentuan Kominfo. "Telkomsel secara berkala berkomunikasi dan melaporkan progres registrasi prabayar ini ke Kominfo," ujar Adita Irawati, VP Corporate Communication Telkomsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara XL Axiata melakukan sosialisasi registrasi melalui melalui pesan SMS dan penyisipan pesan mengenai registrasi prabayar di setiap program kegiatan. "Per hari ini (kemarin) jumlah pelanggan kami yang melakukan registrasi sudah 45 jutaan," ucap Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication XL Axiata.

Adapun Indosat Ooredoo melakukan sosialisasi dan reminder ke pelanggan, melalui digital channel, SMS dan gerai. "Jumlah pelanggan sedang konsolidasi. Mungkin bisa cek ke Kominfo," kata Group Head Corporate Communication Indosat Deva Rachman. (Ahmad Febrian)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Blokir kartu telepon tahap II berlaku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendag: Nilai Ekspor RI Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Mendag: Nilai Ekspor RI Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Erick Thohir: Ketergantungan dengan Produk Impor Harus Ditekan

Erick Thohir: Ketergantungan dengan Produk Impor Harus Ditekan

Rilis
BCA Sudah Raup Laba Bersih Rp 23,2 Triliun hingga September 2021

BCA Sudah Raup Laba Bersih Rp 23,2 Triliun hingga September 2021

Whats New
Kemenhub Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kemenhub Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Whats New
Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Whats New
Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Whats New
Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

BrandzView
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Whats New
Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Whats New
Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Whats New
Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Whats New
Lewat 'Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja', Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Lewat "Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja", Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Rilis
Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.