Pelaku Industri Teknologi Ramai-ramai Kritik Bos Facebook

Kompas.com - 04/04/2018, 05:39 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Chief Excecutive Officer dari Facebook, Mark Zuckerberg mendapatkan kritik dari rekanan dalam industri teknologi.

Kritik tersebut didapatkannya dari para petinggi industri teknologi lain, seperti CEO Apple Tim Cook, CEO Tesla Elon Musk, dan CEO Salesforce.com, Marc Benioff.

Kritik yang muncul berkaitan dengan skandal dalam penggunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analitica, sebuah perusahaan konsultan politik Inggris.

Dikutip dari Bloomberg, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan bahwa Facebook memerlukan regulasi yang lebih jelas mengenai pengelolaan data penggunanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa Apple tidak akan mengalami hal yang serupa dengan Facebook. Karena, berbeda dengan Facebook yang mengelola keuangan dan mendapatkan hasil dari iklan berbasis data pengguna, Apple mendapatkan keuntungan dari penjualan hardware, seperti iPhone, iPad, dan Mac.

Petinggi Apple yang lain, seperti Steve Job pun pernah mengkritisi sistem pengambilan keuntungan berbasis iklan seperti yang dilakukan oleh Facebook.

Kritik dari berbagai berbagai pelaku industri teknologi bisa jadi menunjukkan adanya perbedaan sikap di antara pelaku industri media sosial dan pelaku industri teknologi lainnya yang tidak mengandalkan data personal pengguna atau bisnis periklanan.

Mengenai data privasi dalam industri teknologi, Gennie Gebhart, seorang peneliti di Eletronic Frontier Foundation, menjelaskan bahwa privasi adalah nilai jual bagi industri teknologi.

Namun bagi perusahaan media sosial, penyalahgunaan dalam penggunaan data konsumen merupakan sebuah celah yang menguntungkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Vox, Zuckerberg menjelaskan bahwa sistem pengambilan keuntungan berbasis iklan adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan agar bisa menjangkau konsumen dari berbagai kelas.

Sebagai informasi, saham Facebook telah turun 16 persen dalam dua minggu terakhir sejak skandal Cambridge Analityca muncul.

Facebook pun perlu untuk memperbaiki kepercayaan lebih dari 2 miliar penggunanya setelah Cambridge Analytica memperoleh data dari 50 juta pengguna Facebook di Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.