IKAPI: Peluang Pasar Buku Fiksi dan Anak di Malaysia Besar

Kompas.com - 05/04/2018, 08:43 WIB
dari kiri ke kanan, Hilman Farid (Dirjen Kemendikbud), Ricky Joseph Pesik (Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf), Laura Prisloo (Ketua Harian Pelaksana Indonesia Market Focus di LBF 2019), dan Rosidayati Rozalina (Ketua Umum IKAPI)KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA dari kiri ke kanan, Hilman Farid (Dirjen Kemendikbud), Ricky Joseph Pesik (Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf), Laura Prisloo (Ketua Harian Pelaksana Indonesia Market Focus di LBF 2019), dan Rosidayati Rozalina (Ketua Umum IKAPI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Penerbit Indonesia ( IKAPI)  menilai peluang pasar buku terbitan Indonesia di Malaysia cukup besar. Dari pantauan IKAPI, demand buku Indonesia di Malaysia meliputi buku-buku dengan genre fiksi, pendidikan, dan buku anak.

" Buku fiksi, seperti Dilan 1990," ujar Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina saat ditemui di acara Promosi Subsektor Penerbitan di hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, (04/04/2018).

Buku-buku bertemakan Islam menurut dia juga memiliki pasar yang cukup baik di Malaysia. "Pasar Indonesia lebih dahulu sudah go international ke Malaysia karena tidak adanya keterbatasan bahasa," lanjut dia.  

Untuk membidik pasar Malaysia yang besar, IKAPI mengatakan akan ikut serta pada acara Kuala Lumpur Book Fair 2018 yang dihelat pada 27 April hingga 6 Mei 2018 mendatang.

Baca juga : IKAPI dan Grasindo Buka Kerja Sama dengan Korea Publishers Society

IKAPI menargetkan keuntungan hingga Rp 1 miliar pada keikutsertaan Indonesia dalam Kuala Lumpur Book Fair 2018 tersebut. Untuk mencapai target tersebut, buku yang dipamerkan akan berjumlah lebih dari 1.000 judul dari 45 penerbit.

Ajang Kuala Lumpur Bookfair 2018 ini diharapkan mampu untuk menarik minat lebih banyak masyarakat Malaysia dan Indonesia yang berada di Malaysia terhadap produk industri kreatif Indonesia.

Sebagai informasi, pada tahun ini Indonesia terpilih sebagai negara tamu dalam ajang Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) 2018, bersama dengan Arab Saudi dan negeri Kedah. Keikutsertaan Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Indonesia sudah turut meramaikan Kuala Lumpur International Book Fair dalam beberapa tahun sebelumnya. Sementara Kuala Lumpur Book Fair sendiri telah memasuki tahun penyelenggaraannya yang ke-37 di tahun 2018 ini.




Close Ads X