Nadiem: Go-Jek Tak Akan Bisa Bertahan Jika Bukan di Indonesia - Kompas.com

Nadiem: Go-Jek Tak Akan Bisa Bertahan Jika Bukan di Indonesia

Kompas.com - 05/04/2018, 14:34 WIB
CEO Go-Jek, Nadiem Makarim.Oik Yusuf/KOMPAS.com CEO Go-Jek, Nadiem Makarim.

JAKARTA, KOMPAS.com — CEO PT Go-Jek Indonesia Nadiem Anwar Makarim menyebut pencapaian Go-Jek saat ini tidak lepas dari peran Pemerintah Indonesia yang membuka ruang bagi inovasi dari perusahaan teknologi seperti mereka.

Bahkan, Nadiem mengandaikan jika Go-Jek didirikan di luar negeri, kemungkinan hanya bisa bertahan untuk waktu yang singkat.

"Go-Jek tak akan bisa bertahan jika bukan di Indonesia," kata Nadiem saat jadi pembicara dalam The Economist Indonesia Summit 2018 di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

Nadiem mengandaikan, apabila Go-Jek didirikan dan beroperasi di Amerika Serikat (AS), semisal di San Francisco, maka paling lama mereka hanya bisa bertahan selama enam bulan.

Hal itu disebabkan banyaknya regulasi yang harus dipenuhi, risiko bisnis yang tinggi, masalah asuransi, serta isu keamanan.

Baca juga: Cara Sri Mulyani Ciptakan Nadiem Makarim Baru di Indonesia

Beda halnya dengan di Indonesia, di mana aturannya tidak seperti yang ada di Amerika Serikat. Menurut Nadiem, model regulasi yang cocok diterapkan bagi perusahaan teknologi seperti mereka adalah yang berisi hal-hal prinsip, tetapi tetap memberikan ruang terhadap perkembangan teknologi yang selalu terjadi dari waktu ke waktu.

"Pemerintah perlu fokus untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Regulasi yang ada harus memperhitungkan pergeseran pasar dan memasukkan hal-hal yang bersifat prinsip," tutur Nadiem.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan hal prinsip tersebut. Namun, Nadiem beberapa kali memberikan penekanan pada inovasi teknologi yang tidak bisa dibendung dan harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah selaku pihak yang berwenang mengeluarkan kebijakan untuk menaungi kegiatan bisnis berbasis teknologi.

Baca juga: Survei: 80 Persen UMKM Mitra Go-Jek Alami Peningkatan Transaksi

Meski demikian, Nadiem mengapresiasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang banyak memangkas tahapan birokrasi aturan perizinan.

Dia berharap pemerintah bisa mendukung industri berbasis teknologi yang perjalanannya masih panjang di Indonesia, terutama bagi yang telah terbukti membantu penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar seperti Go-Jek.

Kompas TV Gojek Dapat Suntikan Modal Rp 16 Triliun?



Close Ads X