Tambah Jumlah Pengguna, Fintech PayPro Sediakan Fitur Registrasi SIM Card

Kompas.com - 05/04/2018, 16:15 WIB
Ilustrasi thinkstockphotos/maxsattanaIlustrasi

KOMPAS.com - Perusahaan rintisan berbasis teknologi atau financial technology ( fintech) PayPro, anak usaha PT Digi Asia Bios, membuka fitur layanan baru yakni fitur registrasi kartu SIM untuk pengguna handset Android.

Fitur ini mulai berlaku per Rabu (5/4/2018). Setelahnya, layanan untuk registrasi handset dengan sistem operasi iOS juga segera dibuka.

Bagi pemilik handset yang meregistrasi kartunya melalui aplikasi PayPro, maka pihak PayPro akan memberikan bonus saldo Rp 10.000 per konsumen.

Dengan demikian, penguna layanan PayPro akan semakin meluas, tidak hanya untuk aplikasi pembayaran dan dompet digital semata.

Chief Executive Officer PayPro Heri Sunaryadi mengatakan, fitur baru registrasi kartu SIM dan adanya bonus saldo merupakan upaya pihaknya mendukung program registrasi kartu prabayar yang dilakukan pemerintah.

Baca juga : 15 Penyelenggara Fintech Sudah Terdaftar di BI

Program tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

"Hal ini diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan nomor prabayar dan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia”, ujar Heri melalui keterangan tertulis, Rabu (5/4/2018).

Sekadar informasi, PayPro merupakan perusahaan fintech penyedia layanan solusi pembayaran digital dan jasa keuangan dengan berbagai akses, baik melalui smartphone maupun feature phone.

PayPro sejak 2018 menjadi bagian dari Digi Asia Bios yang juga memiliki produk KreditPro dan RemitPro.

Registrasi SIM Card

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan, dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan ponsel yang hilang.

Program Registrasi Kartu Prabayar yang sudah dimulai sejak 31 Oktober 2017 ini akan berakhir pada 28 Februari 2018.

Jika sampai batas akhir pelanggan tidak melakukan registrasi akan dikenakan pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap, lalu akan diblokir total pada 28 April 2018.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebelumnya meminta masyarakat untuk mendukung program ini.

"Kami berharap dengan adanya dukungan ini, masyarakat bisa sesegera mungkin melakukan registrasi, baik bagi pengguna lama maupun pengguna baru sebelum dilakukan pemblokiran sepenuhnya bagi yang belum registrasi sampai 31 April 2018" ujar Rudiantara.

Kompas TV Tekfin juga membela diri bahwa bunga yang di-tawarkan cukup bersaing dengan industri perbankan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X