Pengamat: Jumlah Bus Premium Tangerang-Jakarta Perlu Ditambah

Kompas.com - 05/04/2018, 16:34 WIB
Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016). Kahfi Dirga CahyaBus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menilai perlu ada transportasi umum alternatif bagi para penumpang kereta komuter lintas Duri- Tangerang.

Hal itu dikatakan Djoko merujuk pada banyaknya penumpang yang terlalu lama menunggu kereta dan menimbulkan kepadatan cukup parah di Stasiun Duri akibat adanya pengurangan perjalanan komuter lintas Duri-Tangerang.

"Terkait itu sebenarnya para penumpang itu kan tidak harus naik kereta nah solusinya bisa diperbanyak armada bus dari Tangerang menuju Jakarta dan sebaliknya," ujar Djoko saat dihubungi Kompas.com, Rabu (4/4/2018).

Penambahan armada bus tersebut juga diyakini agar masyarakat tetap menggunakan transportasi umum untuk kebutuhan sehari-harinya.

Baca juga: KRL Mania Sebut Banyak Pengguna Komuter Duri-Tangerang Beralih ke Kendaraan Pribadi

Sebab, menurut Komunitas KRL Mania, ada banyak penumpang komuter terutama dari lintas Duri-Tangerang yang kini kembali beralih menggunakan kendaraan pribadinya sejak adanya pengurangan perjalanan komuter rute tersebut.

"Itu kan bisa dari (Terminal) Poris. Jadi kalau pemerintah bisa menambahkan bus- bus premium, bus-bus yang nyaman menuju Jakarta maka enggak perlu mengandalkan kereta," imbuh Djoko.

Menurut dia, saat ini armada bus premium dari Tangerang ke Jakarta masih kurang sehingga sebagai sebuah bentuk antisipasi hal itu perlu ditambahkan.

"Yang pasti busnya harus premium, harus nyaman, karena kan jarak dari Tangerang ke Jakarta cukup jauh," sebutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X