AirAsia Indonesia Bukukan Rugi bersih Rp 512,96 Miliar - Kompas.com

AirAsia Indonesia Bukukan Rugi bersih Rp 512,96 Miliar

Kompas.com - 05/04/2018, 17:56 WIB
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT AirAsia Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,82 triliun. Jumlah tersebut relatif stagnan dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,89 triliun.

Meskipun pendapatan turun tipis, dari sisi pendapatan sebelum pajak membukukan sebesar Rp300,29 miliar sepanjang tahun 2017. Jumlah ini naik signifikan sebesar 224,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 92,49 miliar.

Dalam keterangan resmi AirAsia Indonesia yang diperoleh Kompas.com, kamis (5/4/2018), kinerja sepanjang tahun lalu dipengaruhi oleh aktivitas Gunung Agung di Bali.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan efisiensi operasionalnya, yang ditunjukkan dengan penurunan beban usaha sebesar 7,14 persen, dari Rp3,70 triliun di tahun sebelumnya menjadi Rp3,43 triliun pada periode 2017.

Adapun rugi tahun berjalan yang tercatat sebesar Rp 512,96 miliar dipengaruhi oleh beban pajak penghasilan, yang sebagian besar berupa beban pajak non-tunai hasil dari penghapusan aktiva pajak tangguhan Perseroan.

Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Dendy Kurniawan menuturkan perseroan dalam dalam dua tahun berturut-turut mencatatkan laba usaha. Hal itu merupakan upaya perseroan melakukan turn around, dengan konsentrasi pada pengembangan rute-rute yang mendatangkan keuntungan tinggi serta mengoptimalkan aset dengan peningkatan utilisasi armada pesawat.

“Tahun 2018, kami semakin memfokuskan diri pada pelayanan pelanggan. Dengan dukungan dari pemangku kepentingan terkait serta memaksimalkan keunggulan berupa luasnya jaringan rute grup di mana entitas anak kami bernaung, kami optimis untuk dapat membawa IAA terbang lebih tinggi dan senantiasa menjadi maskapai hemat biaya pilihan masyarakat,” jelas dia.


Komentar
Close Ads X