Soal Premium Langka, Ini Kata Dirut Pertamina

Kompas.com - 05/04/2018, 20:03 WIB
Dirut Pertamina, Elia Massa Manik KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoDirut Pertamina, Elia Massa Manik

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik menampik kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang banyak beredar beberapa waktu ini.

"Di mana datanya?" Kata Elia usai seminar nasional bertema "Sistem Ekonomi Pancasila di Era Jokowi" di Auditorium Perpustakaan Nasional, Kamis (5/4/2018).

Menurut dia, Pertamina saat ini memang sedang mengurangi nozzle premiun. Namun, ia enggan berkomentar lebih panjang soal tersebut.

Dari catatan, pemerintah sendiri telah memberikan penetapan kuota BBM premium oleh Pertamina untuk di luar Jawa Madura Bali (Jamali) atau BBM penugasan pada tahun ini sebesar 7,5 kiloliter (KL). Angka tersebut memang berkurang dari kuota premium tahun lalu yang mencapai 12,5 juta KL.

Baca juga: Pertamina Sebut Harga Premium Semestinya Rp 8.600 Per Liter

Elia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang intensif diskusi dengan pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan. Ia menegaskan bahwa PT Pertamina tidak akan bekerja di luar regulasi, melainkan mengikuti arahan pemerintah sepenuhnya.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyoroti adanya kelangkaan BBM jenis premium di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Tak hanya itu, BPH Migas juga menemukan adanya margin pertalite yang lebih besar dari margin premium.

Akibatnya, pengusaha SPBU lebih memilih menyalurkan pertalite ketimbang premium. Namun ketika ditanya soal hal tersebut, Elia tidak menjawab. (Tane Hadiyantono)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Jawaban tegas Dirut Pertamina perihal kelangkaan premium




Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X