Alibaba Dikabarkan Bakal Investasi di Grab

Kompas.com - 06/04/2018, 11:48 WIB
Suasana booth pemesanan GrabCar di Terminal 1B Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (24/10/2017). Layanan taksi online dari Grab di bawah naungan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol) resmi beroperasi mengangkut penumpang di Bandara Soekarno-Hatta per hari Senin (23/10/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana booth pemesanan GrabCar di Terminal 1B Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (24/10/2017). Layanan taksi online dari Grab di bawah naungan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol) resmi beroperasi mengangkut penumpang di Bandara Soekarno-Hatta per hari Senin (23/10/2017).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand Grab dikabarkan tengah bersiap untuk memperoleh suntikan modal dari raksasa perdagangan dalam jaringan (daring) Alibaba. Sebelumnya, Grab baru saja mengumumkan akuisisinya atas bisnis Uber di Asia Tenggara.

Dikutip dari TechCrunch, Jumat (6/4/2018), menurut dua orang sumber yang tak diungkap identitasnya, Alibaba tengah berada dalam tahap awal untuk investasi di Grab. Belum jelas seberapa besar nilai investasi yang akan ditanamkan Alibaba.

Namun demikian, valuasi pasar Grab terakhir mencapai 6 miliar dollar AS. Selain itu, belum jelas pula kapan Alibaba akan berinvestasi di Grab, karena saat ini tengah dilakukan investigasi mengenai akuisisi Uber oleh Grab.

Baca juga : Grab Akuisisi Uber, Ini Dampaknya bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi

Komisi Persaingan Usaha Singapura menyatakan ada kemungkinan merger Grab-Uber menyalahi aturan. Adapun sejumlah negara lain melihat implikasi merger tersebut.

Akan tetapi, merger tersebut pada dasarnya telah disetujui kedua belah pihak dan SoftBank sebagai pemegang saham terbesar Grab. Pihak Grab enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

Sementara itu, pihak Alibaba mengaku tidak mau mengonfirmasi rumor yang beredar di pasar. Alibaba dan Grab pertama kali membicarakan investasi pada musim panas tahun lalu.

Akan tetapi, Alibaba lebih fokus pada investasi di Tokopedia, unicorn e-commerce asal Indonesia. Investasi di Tokopedia lebih diprioritaskan lantaran Tencent, pesaing Alibaba, juga memutuskan untuk memperkuat investasinya di Indonesia, ekonomi terbesar Asia Tenggara, melalui Tokopedia .

Baca juga : Menilik Duel Investasi Alibaba dan Tencent

Alibaba mengandalkan SoftBank untuk memenangkan Tokopedia atas Tencent. Alibaba kemudian sukses menanamkan modal sebesar 1,1 miliar dollar AS kepada Tokopedia.

Di sektor transportasi berbasis aplikasi sendiri, ada alasan bagus bagi Alibaba untuk menanamkan modal di Grab. Sebab, Tencent adalah investor Go-Jek, pesaing terberat Grab, sehingga ini menjadi alasan tepat bagi Alibaba untuk ikut dalam persaingan yang ketat tersebut.

Kompas TV Sebelumnya di 2017, Alibaba juga menyuntikkan modal sekitar 14 Triliun rupiah ke Tokopedia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.