Grup Djarum Raup Rp 19,03 Triliun dari Dividen dan Kenaikan Saham BCA

Kompas.com - 06/04/2018, 15:01 WIB
Konferensi pers Kinerja Keuangan PT Bank Central Asia Tbk di Jakarta, Kamis (8/3/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKonferensi pers Kinerja Keuangan PT Bank Central Asia Tbk di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim bagi-bagi dividen tahun buku 2017 telah tiba. Beberapa emiten telah mengumumkan rencana pembagian dividen. Salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BCA, Kamis (5/4/2018), memutuskan membagi dividen dengan payout ratio sebanyak 27 persen dari laba 2017 yang sebesar Rp 23,3 triliun. Nilai dividen yang ditebar sekitar Rp 6,29 triliun, atau setara Rp 255 per saham.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (6/4/2018), ajang bagi-bagi dividen tersebut tentu menguntungkan bagi pemegang saham. Di antaranya, PT Dwimuria Investama Andalan, yang merupakan bagian Grup Djarum memegang 13.545.990.000 saham atau setara 54,94 persen saham BBCA.

Dari dividen saja, setidaknya PT Dwimuria Investama Andalan bakal mengantongi cuan Rp 3,45 triliun

Itu baru dari dividen. Cuan lain yang didapat juga berasal dari kenaikan harga saham BBCA. Terhitung sejak 1 Januari sampai dengan 5 April 2018, saham BBCA telah naik sekitar 5,25 persen ke level Rp 23.050 per saham.

Nah, dari selisih kenaikan harga saham saja, harta Grup Djarum sudah bertambah sekitar Rp 15.58 triliun. Apabila ditotal dengan jumlah dividen tadi, tahun ini, dari saham BBCA, Grup Djarum mengantongi cuan Rp 19,03 triliun.

Dwimuria Investama Andalan merupakan perusahaan yang berkedudukan di Kudus, Indonesia. Perusahaan ini masih dalam naungan Grup Djarum, salah satu grup konglomerasi di Indonesia. Pemegang saham perusahaan terdiri dari nama-nama besar, diantaranya Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Robert Budi Hartono merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan. Pengusaha Indonesia ini lahir di Semarang, 28 April 1940. Sedangkan saudaranya, Michael Bambang Hartono, yang juga pengusaha perusahaan rokok kretek Djarum, lahir di Kudus, 2 Oktober 1939.

Tak heran bila keduanya, masuk dalam daftar urutan teratas pengusaha paling tajir di Indonesia versi Majalah Forbes tahun 2018. Disebutkan, bahwa kekayaan R Budi Hartono senilai 17,4 miliar dollar AS, sedangkan Michael Bambang Hartono memiliki kekayaan senilai 16,7 miliar dollar AS. (Dede Suprayitno)

 

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: Mengintip cuan Grup Djarum dari saham BCA



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.