Tahun 2018, Grab Fokus Kembangkan Tiga Layanan Ini

Kompas.com - 06/04/2018, 17:32 WIB
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, tolak menaikkan tarif Grab Bike, Jakarta, Jumat (6/4/2018) Stanly RavelManaging Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, tolak menaikkan tarif Grab Bike, Jakarta, Jumat (6/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi penyedia layanan on-demand Grab telah menyelesaikan akusisi terhadap bisnis Uber di Asia Tenggara. Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, hal ini sejalan dengan rencana bisnis Grab pada tahun 2017 hingga tahun 2018 ini.

Pada tahun 2017, imbuh dia, Grab fokus pada pengembangan bisnis dan memperkokoh pondasinya di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, Grab kini telah memberikan layanan di 120 kota, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura.

Adapun pada tahun 2018, Grab akan mewujudkan rencana yang didasarkan pada landasan tersebut. Akuisisi Uber oleh Grab, sebut Ridzki, merupakan salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis Grab di Asia Tenggara.

"Akuisisi terhadap adalah salah satu step saja, untuk memberikan layanan terbaik dan terjangkau. Ini adalah tonggak inovasi layanan-layanan ke depan," ujar Ridzki dalam media briefing di kantor Grab Indonesia, Jumat (6/4/2018).

Baca juga: Grab Akuisisi Uber, Ini Dampaknya bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi

Ridzki menjelaskan, pada tahun 2018 ini, ada tiga layanan yang akan menjadi fokus Grab. Menurut dia, ketiga layanan tersebut adalah GrabFood, GrabExpress, dan GrabPay.

Untuk GrabFood, Ridzki mengaku perkembangannya sangat pesat. Pada Januari 2018, GrabFood hanya dilayani di 6 kota, namun saat ini telah hadir di 28 kota.

Sementara itu, GrabExpress sudah hadir di hampir 120 kota pula. Ridzki menyatakan, layanan antar makanan dan antar barang merupakan layanan yang sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia karena menawarkan kemudahan dan kecepatan.

Adapun saat ini Grab pun tengah mengembangkan GrabPay dan Grab Financial. Dengan demikian, layanan tersebut merupakan tonggak layanan finansial terpadu bagi pengguna dan pengemudi.

Bagi pengemudi, Grab Financial adalah sarana peningkatan pendapatan dan memungkinkan mitra pengemudi menjadi wirausahawan mikro. Sebab, mereka dapat menikmati layanan pembayaran hingga pembiayaan.

"Dengan Grab Financial bisa melahirkan entrepreneur mikro dari mitra-mitra kita," ungkap Ridzki.

Dalam jangka panjang sebut Ridzki, Grab akan menjadi mobile platform online to offline (O2O) terkemuka. Selain itu, Grab juga berambisi menciptakan jutaan peluang penghasilan melalui ekonomi digital.

Kompas TV Sejumlah pelamar mengaku lebih memilih pindah ke Go-Jek mengingat tarif dan bonus yang didapat akan lebih menjanjikan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X