Pertaruhan Wijaya Karya di Kereta Cepat

Kompas.com - 07/04/2018, 06:07 WIB
Lokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERALokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja PT Wijaya Karya Tbk ( WIKA) sepanjang tahun lalu masih mentereng. Berbekal sejumlah proyek, analis memproyeksikan emiten konstruksi pelat merah  itu mampu melanjutkan pertumbuhan positif di tahun ini.

Pendapatan WIKA naik sekitar 67,1 persen menjadi Rp 26,18 triliun pada 2017 lalu. Pada saat yang sama, laba bersih WIKA mendaki 13,5 persen menjadi Rp 1,20 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi mengatakan, kontrak baru yang dicapai WIKA sebesar Rp 42,21 triliun berperan besar terhadap kinerja positif perusahaan ini. Sebagian besar kontrak berasal dari sektor infrastruktur dan bangunan gedung. Kontribusi sektor tersebut mencapai 62,25 persen dari total pendapatan.

Tahun ini, Akhmad memperkirakan WIKA mampu mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 53,8 triliun. "Hingga minggu kedua Maret, WIKA telah memperoleh nilai kontrak baru Rp 10,45 triliun,” tulis dia dalam riset Maret lalu.

Baca juga: Wijaya Karya Nego CDB Segera Cairkan Utang untuk Kereta Cepat

Akhmad juga memperkirakan WIKA bisa mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 29,7 triliun pada akhir tahun nanti. Adapun laba bersih WIKA tahun ini diharapkan mencapai Rp 1,96 triliun.

Analis Paramita Alfa Sekuritas William Siregar menilai, prospek WIKA pada dasarnya tergolong cerah hingga dua tahun mendatang. Hal ini lantaran jumlah proyek yang dikerjakan emiten ini kian banyak dan dipercepat seiring momentum Pemilu 2019.

"Kinerja WIKA bakal sejalan dengan upaya pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan infrastruktur," ujar dia, Kamis (5/4/2018).

WIKA menggarap cukup banyak proyek infrastruktur pemerintah. Salah satunya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 15,68 triliun. Memang, penyelesaian proyek ini dipastikan mundur ke akhir 2019 hingga awal 2020 mendatang, akibat keterlambatan pembayaran pinjaman. Namun, pengerjaan proyek tersebut kembali digenjot pada tahun ini.

Baca juga: Tambah Terowongan, Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Naik

Analis Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio optimistis, asalkan tidak ada masalah pada proses pembayaran proyek, pendapatan WIKA tahun ini akan stabil. Kendati begitu, Bertoni menekankan, manfaat dari proyek-proyek infrastruktur ini memang baru akan dirasakan secara jangka panjang.

Makanya, strategi alokasi dana merupakan hal penting bagi perusahaan konstruksi. "Perlu ada strategi alokasi dana untuk menjaga likuiditas keuangan sekaligus antisipasi arus kas operasional yang minus akibat risiko telat bayar,” ujar Bertoni.

Proyek luar negeri

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X