Revolusi Industri 4.0 Menuntut Pekerja untuk Meningkatkan Kapasitas - Kompas.com

Revolusi Industri 4.0 Menuntut Pekerja untuk Meningkatkan Kapasitas

Kompas.com - 08/04/2018, 16:00 WIB
Suasana di salah satu booth di ajang Dell EMC World 2016 yang digelar di Austin Convention Center, Austin, Texas, Amerika Serikat, Kamis (20/10/2016). Virtual reality dan augmented reality telah menjadi penanda zaman menuju revolusi industri berikutnya. KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN Suasana di salah satu booth di ajang Dell EMC World 2016 yang digelar di Austin Convention Center, Austin, Texas, Amerika Serikat, Kamis (20/10/2016). Virtual reality dan augmented reality telah menjadi penanda zaman menuju revolusi industri berikutnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan Revolusi Industri atau Industri 4.0 sebagai era baru dunia industri Tanah Air.

Sehingga, dunia industri wajib berbenah dan meningkatkan kapasitasnya untuk dapat bersaing. Begitu pula peningkatan kapasitas pekerja sebagai komponen penting dalam dunia Industri.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan, perubahan dalam Industri 4.0 pada dasarnya memperkenalkan era pabrik-pabrik cerdas (smart factories) dengan robot atau cyber physical system yang akan mengawasi proses fisik di dalam pabrik.

Sistem ini juga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri. Sehingga dikhawatirkan peluang kerja akan berkurang karena beberapa aspek pekerjaan akan dikendalikan oleh robot dan mesin.

Baca juga : 5 Industri Utama Disiapkan untuk Revolusi Industri 4.0

“Untuk dapat mengikuti perkembangan industri, para pekerja harus meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan kapasitas bisa dilakukan lewat pelatiha, kursus dan juga sertifikasi. Para pelaku industri harus ikut serta dalam upaya ini karena peningkatan kapasitas pekerja akan berdampak positif terhadap industri itu sendiri,” ungkap Imelda melalui keterangan pers, Jumat (06/04/2018).

Para pekerja diharapkan mulai memerhatikan pentingnya penguasaan teknologi, teknologi digital serta bahasa asing. Kemampuan dalam berbahasa asing dan penguasaan teknologi adalah dua modal penting untuk bersaing dalam dunia kerja seiring dengan globalisasi.

Walau di sisi lain Imelda menambahkan, industri 4.0 juga menransformasikan lebih banyak pekerjaan, seperti halnya saat Indonesia mulai diperkenalkan internet 20 tahun yang lalu. Karena meskipun persaingan semakin ketat, perkembangan teknologi sekaligus merangsang inovasi ekonomi.

Baca juga : Jokowi Ragukan Ramalan Revolusi Industri Hilangkan 800 Juta Pekerja

 

Para pekerja diberi kesempatan dan ruang untuk lebih kreatif, kolaboratif serta mengerjakan pekerjaan dan permasalahan rumit yang memang tidak dirancang untuk dikerjakan oleh robot dan mesin.

Dunia pendidikan pun diharapkan mampu berperan aktif untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi Industri 4.0. Kurikulum yang dirancang dihimbau mengandung pembelajaran dan pengetahuan terkait dunia industri.

Sementara untuk sekolah-sekolah kejuruan, praktek kerja yang dilakukan oleh para siswa harus dijadikan sarana efektif untuk terjun langsung dalam pekerjaan industri.

Kompas TV Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia harus meninggalkan rasa pesimistis agar terus maju.



Close Ads X