BI: Per Januari 2018, 167 Juta Kartu Debit Beredar di Indonesia

Kompas.com - 09/04/2018, 13:36 WIB
Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9/2017). ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJAKaryawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, minat masyarakat terhadap penggunaan kartu debit terus meningkat. Bahkan, hingga awal tahun 2018, jumlah kartu debit yang beredar di Indonesia telah menembus 160 juta kartu.

"Jumlah kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) debit 167 juta kartu," kata Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) BI Pungky Purnomo Wibowo pada acara peluncuran kartu debit Bank Mandiri berlogo GPN di Plaza Mandiri, Senin (9/4/2018).

Menurut Pungky, jumlah kartu debit yang beredar tersebut meningkat 20,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pungky menjelaskan, penggunaan kartu debit di Indonesia akan semakin berkembang.

Selain itu, jumlah kartu debit yang beredar juga bakal semakin banyak, sejalan dengan interoperabilitas yang semakin baik. Tak hanya kartu debit, pertumbuhan jumlah uang elektronik berbentuk kartu yang beredar juga meningkat.

Baca juga: Skimming Marak, BI Percepat Migrasi Kartu Debit Berpita Magnetik ke Chip

Kondisi tersebut ucap Pungky, menunjukkan bahwa transaksi nontunai di Indonesia berkembang sangat pesat. Dengan demikian, perputaran uang diharapkan dapat lebih cepat dan mendorong akselerasi perekonomian.

Namun demikian, selama ini peningkatan penggunaan maupun jumlah kartu debit yang signifikan tersebut diiringi fragmentasi dan efisiensi. Sistem perbankan cenderung eksklusif, belum terhubung, dan interoperabilitasnya belum baik pula.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini yang menjadi dasar bagi bank sentral meluncurkan GPN pada Desember 2017. Tujuannya adalah untuk mewujudkan interkonektivitas dan interoperabilitas sistem pembayaran di Indonesia, serta pemrosesan transaksi domestik dilakukan di dalam negeri pula.

Bank sentral sendiri mematok tanggal 31 Maret 2018 sebagai tanggal awal perbankan penerbit kartu debit mulai menerbitkan kartu berlogo GPN, yakni logo Garuda. Hingga saat ini, baru ada 4 bank penerbit yang telah meluncurkan kartu debit berlogo GPN.

Keempat bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, dan Bank DKI. Bank sentral berharap, perbankan lain yang merupakan bank penerbit kartu debit dapat segera meluncurkan kartu berlogo GPN.

Kompas TV Sebelumnya, bank sentral menargetkan migrasi paling lambat tahun 2021, tapi target ini didorong untuk dipercepat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.