Menurut Visa, Ini Kelebihan dan Kekurangan Transaksi dengan QR Code

Kompas.com - 09/04/2018, 19:57 WIB
Ilustrasi QR Code Getty Images/iStockphotoIlustrasi QR Code

JAKARTA, KOMPAS.com - Metode pembayaran dengan quick response code (QR Code) kini tengah berkembang pesat di Indonesia.

Namun demikian, sejumlah perusahaan yang menyediakan layanan pembayaran dengan QR Code masih harus menunggu izin dan aturan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI).

Bank sentral sendiri menyatakan, aturan QR Code untuk sistem pembayaran bakal segera terbit. Bahkan, aturan tersebut akan terbit pada bulan April 2018 ini.

Menurut Deputi Gubernur BI Sugeng, salah satu cakupan dalam aturan mengenai QR Code adalah standardisasi teknologi yang digunakan. Aturan ini juga mencakup kemampuan interkoneksi dengan jaringan pembayaran lain.

PT Visa Worldwide Indonesia menyatakan telah memiliki produk pembayaran QR Code yang bisa dimanfaatkan oleh kliennya, yakni institusi keuangan. Visa pun telah melakukan seranhkaian studi mengenai metode pembayaran dengan menggunakan QR Code.

"Data kami menunjukkan QR Code bagus, tidak perlu terminal, hanya perlu stiker, di-scan. Dari segi efisiensi dan harga bagus," ujar Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman dalam sesi wawancara khusus di kantornya di Jakarta, pekan lalu.

Meskipun demikian, imbuh Riko, data Visa menunjukkan bahwa penetrasi QR Code di seluruh duni masih relatif kecil. Penggunaan QR Code secara masif baru terjadi di China, didorong penggunaan melalui WechatPay dan Alipay.

Menurut Riko, kunci sukses penggunaan QR Code adalah ekosistem yang telah terbentuk. Ia memberi contoh, Wechat sebagai layanan pesan singkat sudah membentuk ekosistem yang kuat dan matang di China, sehingga apabila Wechat meluncurkan layanan lain bagi penggunanya, termasuk metode pembayaran dengan QR Code, bisa dipastikan sukses.

Begitu pula dengan Alipay, layanan keuangan dan pembayaran yang diluncurkan oleh Alibaba. Pun Alibaba sudah dikenal luas sebagai raksasa e-commerce China yang memiliki ekosistem yang kuat dan besar.

"Menurut saya, key (kunci) untuk QR Code adalah ekosistem. Kalau Wechat saat itu meluncurkan sesuatu yang bukan QR Code barangkali akan sukses juga," jelas Riko.

Ia berpandangan, hal ini juga akan terjadi di Indonesia. Metode pembayaran dengan QR Code akan sukses diimplementasikan oleh platform atau perusahaan penyedia layanan yang sudah memiliki ekosistem yang besar dan kuat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.