Visa: QR Code Tidak Akan Gantikan Pembayaran dengan Kartu

Kompas.com - 09/04/2018, 20:43 WIB
Ilustrasi QR Code Getty Images/iStockphotoIlustrasi QR Code

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, metode pembayaran dengan quick response code (QR Code) dipandang bakal terus berkembang dan diminati masyarakat. Pasalnya, metode pembayaran dengan QR Code dipandang lebih murah, cepat, dan efisien.

Akan tetapi, apakah dengan maraknya metode pembayaran melalui QR Code, metode pembayaran dengan kartu akan kalah pamor? Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman menyatakan, QR Code tidak akan menggantikan kartu.

"Saya lihat QR Code akan complementary (saling melengkapi) dengan kartu, baik yang contact atau contactless," jelas Riko dalam sesi wawancara khusus di kantornya di Jakarta, pekan lalu.

Baca juga : Menurut Visa, Ini Kelebihan dan Kekurangan Transaksi dengan QR Code

Riko menyatakan, pihaknya memandang metode pembayaran dengan QR Code akan lebih berhasil pada merchant atau pedagang yang tidak bisa membayar mesin electronic data capture (EDC) yang harganya cukup mahal. Ia memberi contoh adalah warung-warung maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, ia pun berkaca pada sejumlah negara maju yang transaksi pembayaran elektroniknya masih didominasi kartu. Riko menyebut, di Australia, 90 persen transaksi menggunakan contactless card, sementara di Singapura mencapai kisaran 60-70 persen.

"Pasarnya beda (antara QR Code dengan kartu)," tutur Riko.

Baca juga : Bulan Ini, BI Bakal Terbitkan Aturan QR Code

Contactless card adalah metode pembayaran dengan kartu pintar, di mana kartu tidak perlu digesek (swipe) atau dimasukkan (dip) ke alat pembaca kartu atau mesin EDC. Untuk melakukan pembayaran, kartu cukup ditempel pada mesin pembaca.

Riko pun menyebut, metode pembayaran dengan kartu, khususnya contactless card, lebih cepat dibandingkan dengan QR Code. Sebab, begitu kartu ditempelkan pada mesin pembaca, maka transaksi langsung terekam dan selesai.

Sementara itu, dengan QR Code, pengguna terlebih dahulu harus memotret kode, mengunggahnya agar bisa terbaca, barulah transaksi terekam. Ini pun harus dijamin dengan koneksi internet yang prima.

Bank Indonesia (BI) selaku otoritas sistem pembayaran bakal menerbitkan aturan mengenai pembayaran dengan QR Code pada April 2018 ini. Beberapa cakupan dalam aturan mengenai QR Code adalah standarisasi teknologi yang digunakan dan kemampuan interkoneksi dengan jaringan pembayaran lain.

Kompas TV OJK mengatakan ada empat perusahaan yang tertarik di bisnis teknologi finansial pembiayaan syariah. OJK menilai peluang bisnis ini masih terbuka lebar.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Whats New
Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Whats New
Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Whats New
Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Whats New
Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Jokowi Kesal, RI Tekor Rp 7 Triliun Setahun Gara-gara Impor LPG

Jokowi Kesal, RI Tekor Rp 7 Triliun Setahun Gara-gara Impor LPG

Whats New
Waspada Skema Ponzi, OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Fasilitasi Perdagangan Kripto

Waspada Skema Ponzi, OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Fasilitasi Perdagangan Kripto

Whats New
Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS Hari Ini di CIMB Niaga hingga BRI

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS Hari Ini di CIMB Niaga hingga BRI

Whats New
Nasib Suram Investor Bukalapak, Sahamnya Terus-terusan Anjlok

Nasib Suram Investor Bukalapak, Sahamnya Terus-terusan Anjlok

Spend Smart
Kelangkaan: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Faktor Penyebabnya

Kelangkaan: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Faktor Penyebabnya

Earn Smart
Naik Rp 3.000 per Gram, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 3.000 per Gram, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Dana Pemulihan Covid-19 untuk Proyek Ibu Kota Baru Jadi Polemik

Dana Pemulihan Covid-19 untuk Proyek Ibu Kota Baru Jadi Polemik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.