Di Indonesia-Africa Forum 2018, Kemendag Gelar Pameran Produk Indonesia - Kompas.com

Di Indonesia-Africa Forum 2018, Kemendag Gelar Pameran Produk Indonesia

Kompas.com - 10/04/2018, 06:30 WIB
Produk Indonesia yang dijual di Global Halal Hub, Chiba, Jepang, Senin (19/2/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Produk Indonesia yang dijual di Global Halal Hub, Chiba, Jepang, Senin (19/2/2018).

KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menggelar perhelatan perdana Indonesia-Africa Forum 2018 ( IAF 2018) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 10-11 April 2018.

Melalui ajang ini, Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan kerja sama dengan 53 negara di Benua Afrika. Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mendukung penuh komitmen pemerintah. Demikian juga dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selama penyelenggaraan IAF, Kemendag mengkoordinasi Pameran Produk Indonesia. Pameran ini diikuti 56 perusahaan, asosiasi, kementerian, dan lembaga yang bergerak di bidang industri strategis.

Yaitu otomotif, produk farmasi, kopi, konstruksi, makanan olahan, produk minyak sawit, keuangan, peralatan medis, teknologi, fesyen dan aksesori, kerajinan, home décor, serta produk organik.

Pameran ini menempati lahan seluas 1.100 m2 dan berada di Hall 1-3, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Baca juga : Mesin Pertanian dan Alat Kesehatan Jadi Tema Pameran Produk Indonesia 2016

"Pameran produk Indonesia dimaksudkan untuk lebih mengenalkan potensi produk-produk Indonesia kepada para delegasi pemerintah dan bisnis dari 53 negara Afrika. Sehingga para pelaku usaha maupun pemerintah Indonesia-Afrika dapat mengeksplorasi peluang kerja sama di antara keduanya," jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, melalui keterangan pers.

Sebagai pasar potensial yang tengah disasar Indonesia, Kemendag juga mengundang para pelaku usaha dari Afrika untuk hadir pada TEI 2018 pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibtion Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tangerang.

"Dengan menghadiri TEI 2018, para pelaku usaha dapat menindaklanjuti peluang bisnis yang lebih besar diantara Indonesia-Afrika," pungkas Arlinda.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukit mengatakan bahwa IAF 2018 merupakan platform bagi pemerintah dan pelaku usaha Indonesia-Afrika untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta mempromosikan investasi dan kerja sama teknis dengan negara kawasan Afrika.

Hal ini sejalan dengan upaya Kemendag dalam menerapkan diversifikasi produk ekspor ke pasar nontradisional, seperti Afrika.

Baca juga : Produk Alutsista RI Bidik Pasar Afrika dan Timur Tengah

"Melalui Forum ini, para pemangku kepentingan dapat memanfaatkan jaringan para pelaku usaha terpandang dari Indonesia dan Afrika untuk memperdalam dan memperluas kemitraan kita secara efektif di sektor perdagangan, investasi, maupun kerja sama teknis. Sehingga selain pelaksanaan forum bisnis, juga dapat terjadi peluang kontrak bisnis antara Indonesia dan Afrika," ujar Enggartiasto Lukita.

Sekadar informasi, berdasarkan catatan Kemendag, total perdagangan Indonesia dengan Afrika pada 2017 mencapai 8,85 miliar dollar AS.

Nilai ini meningkat sebesar 15,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk-produk yang diekspor ke Afrika diantaranya minyak kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas, sabun, dan kopi.

Kompas TV Sate domba disajikan tidak dengan ditusuk di bambu. Potongan daging langsung disajikan dipiring setelah diolah.



Close Ads X