Kiat agar Bisnis Keluarga Maju Ala Wadirut BCA

Kompas.com - 10/04/2018, 08:16 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand Wahyudi Hartono (kanan) bersama Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) Tri Hanggono Achmad (kiri) menandatangani kerja sama pemberian bantuan di bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bandung, Jumat (16/03/2018). Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Kuliah Umum Perkembangan Teknologi Informasi di Era Digital yang menghadirkan Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono sebagai pembicara. Dok. BCAWakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand Wahyudi Hartono (kanan) bersama Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) Tri Hanggono Achmad (kiri) menandatangani kerja sama pemberian bantuan di bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bandung, Jumat (16/03/2018). Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Kuliah Umum Perkembangan Teknologi Informasi di Era Digital yang menghadirkan Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono sebagai pembicara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Utama BCA Armand Wahyudi Hartono membagikan beberapa kiat agar bisnis keluarga tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat. Salah satunya adalah  harus selalu mengikuti perubahan industri.

"Bisnis keluarga akan terus maju dari generasi ke generasi asalkan bisa mengikuti perkembangan zaman," ujar dia seperti dikutip dari keterangan persnya, Senin (9/4/2018).

Hal itu disampaikan Armand di hadapan 1.000 mahasiswa Universitas Bunda Maria (UBM) dalam seminar "Succesion Plan of Family Business in Digital Revolution" .

Dia mencontohkan, BCA selalu berupaya mengikuti perkembangan teknologi yang diselaraskan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Seperti BCA yang menawarkan beragam solusi tepat melalui aplikasi digital, Virtual Assistant Chat Banking (VIRA), Application Program Interface (API), e-Branch dan lain sebagainya.

Menurut dia, generasi muda juga harus bisa memahami keinginan pasar agar bisnis yang dibangun dapat tumbuh berkelanjutan.

Baca juga: Keluarga Tahir Borong Saham, Ini Kata Sentul City

Hal lain yang Armand ungkapkan terkait pengembangan bisnis keluarga adalah pentingnya bersinergi dan memberikan kebebasan kepada anggota keluarga dalam menjalankan bisnis.

Sebagai informasi, bisnis keluarga di Indonesia menempati posisi terdepan di wilayah Asia Tenggara, khususnya dalam perencanaan dan persiapan alih kepemimpinan atau suksesi kepempinan.

Riset EIU (The Economist Intelligence Unit) menunjukkan 78 persen dari usaha keluarga di Indonesia telah menyiapkan rencana suksesi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.