Kompas.com - 10/04/2018, 08:45 WIB
Ilustrasi: PT Semen Indonesia KOMPAS/HERPIN DEWANTOIlustrasi: PT Semen Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih akan mengalami masa-masa sulit dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi kelebihan pasokan atau oversupply masih akan berlanjut setidaknya hingga tahun 2023.

Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto mengatakan, perkiraan itu dengan asumsi kapasitas terpasang semen nasional tetap sekitar 100 juta ton per tahun. Hal ini ditambah dengan asumsi pertumbuhan konsumsi domestik sekitar 6 persen per tahun.

Jika pertumbuhan konsumsi di bawah 6 persen, kondisi oversupply akan berlangsung lebih lama. "Sebaliknya, jika bisa terus di atas 6 persen, oversupply tidak akan berlangsung hingga 2023," ujar Agung kepada Kontan, Senin (9/4/2018).

Permintaan semen domestik sudah turun sejak tahun 2013. Puncaknya terjadi pada tahun 2016 lalu, saat permintaan cenderung stagnan.

Baca juga: Semen Indonesia Tunda Ekspansi ke Luar Negeri

Sejalan dengan tren penurunan tersebut, volume penjualan SMGR ikut tergerus. Namun, volume penjualan mulai membaik tahun lalu seiring dengan meningkatnya permintaan dalam negeri. Bahkan, pertumbuhan konsumsi domestik tahun lalu melampaui periode 2013 yang hanya sekitar 5,5 persen.

Lesunya permintaan semen  memberikan dampak negatif terhadap kinerja SMGR. Pada tahun 2016, pendapatan SMGR tercatat Rp 26,13 triliun, turun 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 26,94 triliun. Laba bersihnya juga cenderung stagnan menjadi Rp 4,52 triliun.

Tahun lalu, pendapatan SMGR  memang naik 6,4 persen menjadi Rp 27,81 triliun. Namun, laba bersih perusahaan amblas hingga 55,5 persen dari Rp 4,52 triliun pada 2016 menjadi Rp 2,01 triliun akibat kenaikan beban pokok.

Harga batubara yang menjadi bahan bakar pembuatan semen cenderung meningkat. Hal ini semakin meningkatkan beban perusahaan.

Batal akuisisi

Dampak perlambatan permintaan semen tak hanya mempengaruhi kinerja SMGR, namun juga membuat sejumlah ekspansi SMGR tertunda. SMGR terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengakuisisi Madina Cement Industries Ltd, perusahaan semen asal Bangladesh.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.