Masyarakat Sulit Dapatkan Premium, Ini Penjelasan Pertamina

Kompas.com - 10/04/2018, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Terkait hal ini, PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasannya.

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengungkapkan, pihaknya membantah melakukan pembatasan penjualan premium. Ia menuturkan, saat selisih harga Premium dengan Pertalite di bawah Rp 1.000 per liter, masyarakat berbondong-bondong beralih ke Pertalite.

Akan tetapi, kenaikan harga minyak dunia sepanjang tahun 2017 dan berlanjut ke tahun 2018 memaksa Pertamina menaikkan harga pertalite. Sepanjang Januari sampai Maret 2018, harga naik sebesar Rp 300 per liter.

Kondisi tersebut membuat jarak harga premium dengan pertalite semakin jauh. Akibatnya, masyarakat pun beralih untuk kembali mengonsumsi premium.

"Itu kembali ke aspek pasar, waktu harga rendah orang geser ke Pertalite. Premium yang ditahan (harganya), sedangkan Pertalite naik, akhirnya orang kembali ke Premium," kata Iskandar di Gedung DPR MPR RI, Selasa (10/4/2018).

Iskandar menyebut, pada saat konsumsi premium mengalami kenaikan, pasokan SPBU belum disesuaikan dengan realisasi konsumsi yang ada. Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan anggapan Pertamina menjatahi pasokan Premium.

Menurut Iskandar, saat ini Pertamina mulai mengembalikan pola pasokan Premium ke SPBU. Hal ini menyesuaikan dengan realisasi konsumsi masyarakat?, agar tidak terjadi lagi kekurangan pasokan.

"Kemarin gap-nya tinggi, akhirnya pola itu tidak bisa serta-merta balik?," ungkap Iskandar.

Kompas TV Pasokan bensin bersubsidi jenis premium mulai raib di SPBU.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.