Bappenas: KPBU dan PINA Solusi Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia - Kompas.com

Bappenas: KPBU dan PINA Solusi Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia

Kompas.com - 11/04/2018, 14:09 WIB
Menteri PPN Bambang P.S. Brodjonegoro usai Kick-Off Meeting Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018)KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto Menteri PPN Bambang P.S. Brodjonegoro usai Kick-Off Meeting Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro memaparkan prospek investasi di Indonesia.

Bambang pun memaparkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran Pemerintah (PINA) sebagai alternatif pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur publik di Indonesia.

Saat ini terdapat 19 sektor yang dapat dikerjasamakan Pemerintah Indonesia melalui skema KPBU, meliputi konektivitas, perkotaan, dan sosial.

Kementerian PPN/Bappenas telah menginisiasi terbentuknya Kantor Bersama KPBU (PPP Joint Office) sebagai one stop service dan menjadi forum koordinasi antar pemangku kepentingan KPBU di tingkat pemerintah pusat yang beranggotakan tujuh Kementerian/Lembaga.

Baca juga : IMF: Swasta dan Asing Perlu Diberi Peran Lebih Besar dalam Pembiayaan Infrastruktur

Skema PINA, kata Bambang, memiliki tiga fungsi utama. Pertama, fungsi fasilitasi untuk memfasilitasi proyek-proyek untuk mencapai tahap financial close, serta memberikan saran penstrukturan proyek dan pembiayaan.

Kedua, fungsi ekosistem untuk membangun iklim investasi infrastruktur melalui pengkajian regulasi serta percepatan implementasi instrumen creative financing.

Ketiga, fungsi pipelining untuk mempersiapkan daftar proyek yang siap ditawarkan kepada investor serta potensial investor yang akan berinvestasi.

Saat ini PINA Center yang berada di Kementerian PPN/Bappenas berperan untuk memberikan informasi perkembangan proyek-proyek kepada para investor dalam rangka mewujudkan iklim investasi yang dapat mendorong peningkatan investasi di Indonesia.

Baca juga : Hasil Utang untuk Infrastruktur Belum Tampak, Ini Kata Sri Mulyani

"Diharapkan melalui alternatif skema pembiayaan KPBU dan PINA, gap pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat dipenuhi,” kata Bambang dalam pernyataannya pada acara Annual Investment Meeting (AIM) di Uni Emirat Arab, Rabu (11/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang memaparkan, Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial di Asia. Indonesia pun berada pada peringkat 15 perekonomian dunia.

Berdasarkan data Pricewaterhouse Coopers (PwC), Indonesia berada di peringkat ke 4 dalam perkembangan infrastruktur. Indonesia juga masuk dalam 3 besar negara tujuan investasi yang menarik di Asia.

"Hingga saat ini, realisasi investasi United Arab Emirates di Indonesia berada di peringkat ke-27, yang meliputi sektor pertanian, perhotelan, transportasi, kawasan industri, dan telekomunikasi,” tutur Bambang.

Kompas TV Setelah sejumlah bank kini giliran Bank Mandiri meluncurkan kartu debit berlogo gerbang pembayaran nasional.



Close Ads X