Dongkrak Jumlah Peminat, Perusahaan Umrah Pakai Cara Ini - Kompas.com

Dongkrak Jumlah Peminat, Perusahaan Umrah Pakai Cara Ini

Kompas.com - 11/04/2018, 20:47 WIB
Ilustrasi keamanan internetIstimewa Ilustrasi keamanan internet

JAKARTA, KOMPAS.com - Mari menyimak data terkini dari World Travel and Tourism tentang bisnis wisata Islami. Data tersebut menunjukkan bahwa sampai dengan 2018, bisnis umrah di Indonesia bisa mendulang uang hingga 238 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 3,16 triliun.

Angka ini menanjak jika dibandingkan dengan pencapaian 2013. Kalau itu, bisnis umrah menghasilkan dana hingga 1,86 triliun rupiah atau 140 miliar dollar AS.

Lantas di masa kekinian, selain menggandeng perbankan, pelaku bisnis umrah menggunakan cara ini untuk mendongkrak peminat perjalanan ibadah "haji kecil" ini. Hal sama dilakukan oleh PT Safa Amsa Indonesia melalui SafaBooking.

Melalui rilis yang diterima Kompas.com hari ini, diperoleh informasi bahwa pada Rabu (11/4/2018), SafaBooking telah melakukan kesepakatan kerja sama pembayaran dengan Bank Mandiri. Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Chief Marketing Officer PT Safa Amsa Indonesia (SafaBooking), Panca Hidayat, dan Senior Manager dari PT Bank Mandiri Tbk area Imam Bonjol I Wayan Primananta.

“Dengan kerja sama ini, calon jamaah tidak perlu khawatir lagi mengenai dana yang dibayarkan untuk ibadah," kata Panca Hidayat.

Melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri menjadi mitra utama SafaBooking. Bank Mandiri menawarkan program yang akan memudahkan calon jamaah dalam melakukan perencanaan ibadah umrah, yakni program cicilan 0 persen selama tiga bulan dan enam bulan.

Program tersebut memungkinkan para calon jamaah untuk berangkat umrah terlebih dahulu, lalu dapat menyelesaikan pembayaran kemudian dengan skema cicilan yang ditawarkan.

“Kami mendukung sebuah inovasi dan juga solusi untuk indutri umrah di tanah air,” ujar I Wayan Primananta.



Komentar
Close Ads X