Kompas.com - 12/04/2018, 21:40 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana kredit pendidikan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo direalisasikan oleh beberapa bank di Indonesia, seperti BRI, BNI, dan BTN. Tujuan dari direalisasikannya wacana ini salah satunya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Didi Achyari, pengamat ekonomi sekaligus Dosen Universitas Gadjah Mada mengatakan, kredit pendidikan jika menyasar pangsa pasar yang tepat serta regulasi yang jelas dapat menjadi salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

"Pendidikan tinggi ini cara paling cepat untuk mobilitas vertikal. Kredit pendidikan mampu beri akses kepada mereka yang terancam keterbatasan biaya untuk menikmati perguruan tinggi," ujar Didi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (12/4/2018).

Didi melanjutkan, dengan menggunakan kredit pendidikan dan berkuliah, orang-orang dengan kemampuan ekonomi yang cenderung terbatas begitu lulus dapat bekerja dengan baik.

Baca juga: Agar Efektif, Pemberian Kredit Pendidikan Memerlukan Ini

"Artinya, lapangan kerja yang tersedia bisa diisi orang-orang yang berkuliah di perguruan tinggi," sebut dia.

Di sisi lain, jika dilihat dari perspektif pengelola perguruan tinggi, skema kredit pendidikan akan membantu untuk mengurangi friski atau ketegangan antara orang tua dah entitas perguruan tinggi saat penerimaan mahasiswa baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak dari orang tua yang meminta keringanan UKT (Uang Kuliah Tunggal) karena tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka," kata Didy.

Ketika banyak kampus mengurangi jumlah UKT akan berdampak pada penyediaan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Sehingga diharapkan dengan adanya kredit pendidikan tinggi yang tepat sasaran dapat menjembatani hal itu.

"Karena kalaupun orang tua mahasiswa tidak mampu bayar di waktu yang seharusnya, melalui kredit pendidikan orang tua mampu untuk membayar UKT sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi," kata dia.

Kompas TV Student loan menurut presiden adalah bentuk inovasi yang bisa dijajaki perbankan Indonesia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.