Ini Kriteria Calon Dirut Hutama Karya Pilihan Menteri Rini - Kompas.com

Ini Kriteria Calon Dirut Hutama Karya Pilihan Menteri Rini

Kompas.com - 13/04/2018, 10:36 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018) siang. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2020.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018) siang. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2020.

NUSA DUA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Rini Soemarno enggan memberikan paparan mendetail mengenai siapa calon yang cocok menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero).

Jabatan tersebut lowong setelah Direktur Utama Hutama Karya sebelumnya, I Gusti Ngurah Putra, mengemban tugas baru sebagai Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk.

Menteri Rini mengatakan, pihaknya tengah melakukan seleksi untuk mengisi posisi orang nomor 1 di perusahaan pelat merah tersebut.

Hal itu dikatakannya usai menghadiri  acara penandatanganan kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara antara PLN dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4/2018).

Baca juga : Menteri Rini: Terima Kasih Jaksa Agung, kalau Tidak Diingatkan Kami Bisa Kepleset...

Rini memberikan gambaran kriteria utama untuk jadi Dirut Hutama Karya. "Pengalamannya sudah panjang itu saja yang penting," ungkapnya. 

Rini masih enggan berkomentar ketika ditanya awak media apakah calon Dirut Hutama Karya dari internal atau eksternal perusahaan. "Belum tahu, "jawabnya singkat. 

Menurut Rini, saat ini pihaknya sedang melakukan assessment karena Hutama Karya ini memiliki proyek jalan tol yang cukup banyak dan strategis.

"Banyaknya proyek jalan tol yang digarap Hutama Karya, siapa pun yang terpilih menjadi dirut bisa langsung tancap gas dan menyelesaikan proyek-proyek perseroan dengan baik," pungkasnya.

Kecelakaan Kerja

Seperti diketahui sebelumnya, Waskita Karya melakukan perombakan direksi pada 6 April 2018 lalu. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Karya (Persero) Tbk memutuskan M Choliq tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan kontraktor pelat merah tersebut.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang sebelumnya mengatakan, perombakan tersebut seiring dengan tingginya angka kecelakaan konstruksi dan kerja.

Baca juga : Terkait Insiden Crane di Jatinegara, Hutama Karya Akan Dapat Sanksi

Adapun rangkaian kecelakaan konstruksi di proyek Waskita Karya telah terjadi mulai 2017.

Sementara catatan Hutama Karya sendiri bukannya sempurna. Pada Februari 2018 lalu ada insiden jatuhnya crane di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Insiden terjadi pada proyek Pekerjaan Sipil Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai-Jatinegara (Double-Double Track/(DDT) yang dikerjakan Hutama Karya.

Insiden kecelakaan kerja yang menyebabkan 4 tenaga konstruksi meninggal.

Kompas TV Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut Presiden Joko Widodo tidak ingin ada proyek infrastruktur mangkrak.


Komentar
Close Ads X