Kompas.com - 13/04/2018, 20:32 WIB
Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaSuasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya hingga saat ini masih terus menggenjot penyelesaian proyek light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) agar selesai sesuai dengan target awal, yakni pada tahun 2019 mendatang.

Saat ini perusahaan mengatakan bahwa progress pengerjaan proyek di jalur Cibubur-Cawang mencapai 58,4 persen, Cawang-Dukuh Atas mencapai 19,9 persen, Bekasi Timur-Cawang mencapai 32 persen.

Direktur Operasi II Adhi Karya  Pundjung Setya Brata merinci, secara keseluruhan proyek LRT Jabodebek telah mencapai 36,3 persen. "Progres ini lebih cepat 4,3 persen dari rencana," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham di kantornya, Jumat (13/4/2018).

Dia menambahkan, proyek LRT Jabodebek yang digarap Adhi Karya berbeda dengan proyek LRT Jakarta yang ditarget selesai pada Asian Games 2018. Proyek LRT Jakarta merupakan milik PT Jakarta Propertindo.

Baca juga: INKA Mulai Kirimkan LRT ke Palembang

Namun Adhi Karya juga melakukan antisipasi dan telah berkoordinasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar proyek LRT Jabodebek yang masih berjalan tidak mengganggu lalu lintas Asian Games 2018.

"Jadi yang dikordinasikan kemarin (saat pertemuan dengan Wapres) pengaturan waktu dan jam kerja, lalu lintas sepanjang Rasuna Said, serta penempatan pagar proyek agar tidak mengganggu Asian Games," kata Pundjung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.