Ini Alasan Pesatnya Pertumbuhan Perusahaan Fintech di Indonesia

Kompas.com - 13/04/2018, 23:14 WIB
Ilustrasi uang psphotographIlustrasi uang

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai permasalahan keuangan di Indonesia seolah memberi berkah tersendiri bagi perkembangan perusahaan financial technology ( fintech).

Deputi Komisioner Institute Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Sukarela Batunanggar beberapa masalah itu masih tetap ada kendati Indonesia telah berhasil melewati dua krisis keuangan pada 1998 dan 2008.

"Namun, di samping itu masih ada isu mendasar yang belum selesai. Inklusi baru 36 persen karena masih banyak masyarakat yang belum tersentuh jasa keuangan. Kedua keberadaan UMKM yang banyak tak diimbangi porsi kredit UMKM yang masih relatif kecilm, kurang lebih 20 persen dan itu menimbulkan financial gap yang perlu diisi," sebut Sukarela kepada awak media di Kantor OJK Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Inovasi keuangan digital kemudian dinilai Sukarela bisa mengatasi masalah tersebut. OJK pun kemudian memberikan perhatian lebih bagi perusahaan yang bergerak di bidang layanan fintech.

Baca juga: Bankir: Bank Tidak Akan Tergilas "Fintech"

"Karena itu OJK sudah membentuk grup keuangan inovasi digital dan mikro yang tugasnya melakukan resaerch and development dalam rangka menyusun kebijakan fintech ke depan agar bisa berkembang baik dan mendorong lembaga jasa keuangan menyongsong era digital," sambung Sukarela.

Ucapan Sukarela itu kemudian diamini Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Adriawan Gunadi. Menurutnya perkembangan perusahaan fintech di Indonesia saat ini tak terlepas dari masalah-masalah keuangan itu.

Rendahnya inklusi keuangan yang disebut Sukarela membuat fintech menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum tersentuh jasa keuangan.

Kemudian, karena adanya financial gap pada kredit UMKM membuat para pengusaha UMKM mencari alternatif kredit melalui layanan fintech.

"Lalu bonus demografi unik di Indonesia juga membuat pertumbuhan perusahaan layanan fintech begitu pesat ditambah dengan bertambahnya infrastruktur internet yang begitu masif dalam lima tahun terakhir," ungkap Adriawan.

Hingga Januari 2018, tercatat sebanyak 135 perusahaan fintech berdiri di Indonesia dengan pertumbuhan volume bisnis hingga Rp 3,5 triliun selama setahun terakhir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X