Investasi di Indonesia, Investor Global Butuh Mitra Lokal - Kompas.com

Investasi di Indonesia, Investor Global Butuh Mitra Lokal

Kompas.com - 14/04/2018, 14:27 WIB
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Istana, Senin (12/2/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Istana, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berupaya menawarkan proyek-proyek infrastruktur strategis ke pasar global. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, dalam forum internasional pun, sejumlah investor menanyakan secara detil soal beberapa proyek infrastruktur.

Dia menuturkan, para investor membutuhkan mitra lokal sebagai mitra kerja. Dalam konteks ini, pemerintah perlu segera memfasilitasi dengan memberikan jawaban ketika para investor menanyakan mitra lokal yang bisa diajak bekerja sama. Pengetahuan tentang peluang investasi di Indonesia juga masih menjadi masalah.

Untuk itu, Bambang berharap ketika berpromosi investasi, semua pihak telah memiliki data mitra lokal yang bisa diajak berbisnis dalam berbagai proyek. Mitra lokal yang potensial sebut dia, segera diajak untuk bersama-sama berpromosi karena bahasa antarpengusaha lebih jelas dibandingkan dengan birokrat atau pemerintah.

“Mitra lokal telah menjadi kebutuhan dalam menjalin komunikasi dengan calon investor. Beberapa korporasi meminta agar mitra lokalnya adalah BUMN,” ujar Bambang dalam pernyataannya pada acara Annual Investment Meeting, Sabtu (14/4/2018).

Baca juga : OJK Sebut Banyak Investor Tertarik Tambah Modal Bank Muamalat, tetapi..

Menurut Bambang, selama ini yang masuk ke Indonesia adalah koorporasi yang secara finansial kuat dan sudah memiliki pengalaman di Indonesia. Dia menyebutkan, terdapat dua hal penting yang menarik investor asing, yakni, instrumen finansial dan organisasi yang ada di Indonesia.

Melalui pendekatan baru, terutama dalam infrastruktur dan pembangunan kawasan, sejumlah investor langsung berminat karena mendapatkan informasi yang memadai tentang berbagai proyek.

Bambang mengungkapkan, Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial di Asia. Berdasarkan sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berada pada peringkat 15 dalam perekonomian dunia.

Berdasarkan sumber dari Pricewaterhouse Cooper, Indonesia berada di peringkat ke-4 dalam perkembangan infrastruktur. Indonesia juga masuk dalam 3 besar negara tujuan investasi yang menarik di Asia.

Kompas TV Tidak hanya itu, ada 11 undang-undang terkait investasi yang akan direvisi.  


Close Ads X