Ketika Bandara Soekarno-Hatta Kalahkan Changi... - Kompas.com

Ketika Bandara Soekarno-Hatta Kalahkan Changi...

Kompas.com - 16/04/2018, 06:06 WIB
Suasana pintu masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang long weekend, Kamis (31/8/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana pintu masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang long weekend, Kamis (31/8/2017) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk dalam jajaran 20 bandara tersibuk di dunia untuk tahun 2017. Bandara Soekarno-Hatta berada pada peringkat ke-17 dalam daftar yang dirilis oleh Airports Council International (ACI) tersebut.

Sepanjang tahun 2017, Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 63 juta penumpang. Yang menarik, dalam daftar tersebut, bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten itu berhasil mengalahkan Bandara Internasional Changi di Singapura yang mencatatkan jumlah penumpang sebesar 62,22 juta penumpang.

Padahal, Bandara Changi merupakan salah satu hub transportasi terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, bandara tersebut juga mempertahankan statusnya sebagai Bandara Terbaik Dunia versi Skytrax selama 6 tahun berturut-turut.

Dari sisi luasan, Bandara Changi mencapai 13 kilometer persegi. Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta tercatat memiliki luasan 18 kilometer persegi.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Peringkat ke-17 Bandara Tersibuk di Dunia

Bandara Soekarno-Hatta memang dalam beberapa tahun terakhir bersolek. PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara tersebut pun tengah menjalankan sejumlah proyek peningkatan kapasitas sisi udara, guna meningkatkan pelayanan.

Sejumlah proyek itu antara lain membangun jalur penghubung landas pacu (runway) utara dan selatan di sisi timur atau East cross taxiway, pembangunan runway ketiga, serta pembangunan apron dan taxiway untuk Cargo Village.

Per April 2018, pembangunan East cross taxiway Tahap I saat ini telah mencapai 15,3 perssn yang pengoperasiannya diproyeksikan pada April 2019. East cross taxiway akan mempercepat pergerakan sisi udara baik saat proses pesawat lepas landas maupun pesawat mendarat.

Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencatat 81 pergerakan pesawat per jam. Ke depan, dengan pengembangan sisi udara, maka pergerakan pesawat dapat dinaikkan menjadi 86 pergerakan per jam.

Angkasa Pura II pun akan melakukan pembangunan runway ketiga dengan nilai investasi sebesar Rp 2,6 triliun. Perseroan dalam pernyataan resminya, Minggu (15/4/2018) menyatakan, ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pergerakan pesawat hingga mencapai 114 pergerakan per jam.

Tambahan runway pun untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi akan mencapai lebih dari 100 juta penumpang pada tahun 2025.

Baca juga: Resmikan Tol di Madiun, Jokowi Curhat soal Lamanya Pesawat Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

Berdasarkan catatan ACI, Bandara Soekarno-Hatta secara global memperlihatkan peningkatan signifikan dalam hal jumlah penumpang, kargo, angkutan internasional, dan total pergerakan pesawat. Faktor lain adalah servis atau pelayanan terhadap pengguna jasa bandara.

"Analisa ini dapat memperlihatkan pasar dalam dunia penerbangan memiliki kekuatan pertumbuhan yang menarik, khususnya di Indonesia. Pertumbuhan di Bandara Soekarno-Hatta di sisi jumlah pengguna jasa atau penumpang menarik bagi siapapun pelaku bisnis yang pandai dalam memanfaatkannya," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Dengan pembangunan yang terus berjalan tersebut dan peringkatnya yang lebih baik dibandingkan Bandara Changi dalam daftar yang dirilis ACI, Bandara Soekarno-Hatta tak boleh lengah dan cepat puas. Sebab, pada saat yang sama, Bandara Changi pun tengah bersolek.

Changi Airport Group, operator bandara, tengah bersiap membangun Terminal 5 Bandara Changi. Konsultan pun telah ditunjuk, yakni konsultan untuk merancang arsitektur, konsultan enjiniring, dan konsultan layanan.

Pengembangan akan dilakukan baik pada sisi darat maupun sisi udara. Dikutip dari Airport World, Terminal 5 merupakan bagian dari proyek pengembangan besar Changi East.

Proyek tersebut mencakup sistem tiga runway, pengembangan kompleks kargo, dan infrastruktur lainnya untuk menunjang kegiatan penerbangan. Proyek itu juga mencakup infrastruktur transportasi darat.

Dengan proyek pengembangan Terminal 5, maka kapasitas Bandara Changi pun akan semakin besar. Diproyeksikan bandara tersebut akan mampu menampung tambahan 50 juta penumpang per tahun.

Kompas TV Angkasa Pura II menaikkan pajak bandara dengan alasan meningkatkan fasilitas dan mutu pelayanan.


Komentar
Close Ads X