Defisit APBN Kuartal I 2018 0,58 Persen - Kompas.com

Defisit APBN Kuartal I 2018 0,58 Persen

Kompas.com - 16/04/2018, 17:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menggelar konferensi pers realisasi APBN 2018 kuartal I 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menggelar konferensi pers realisasi APBN 2018 kuartal I 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan mencatat, defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2018 sebesar 0,58 persen.

Defisit ini tercatat lebih rendah dibanding tahun lalu untuk periode yang sama, yakni kuartal I 2017 sebesar 0,76 persen terhadap PDB.

"Tahun sebelumnya lagi (2016), bahkan tiga bulan pertama sudah mengalami defisit lebih besar dari 1 persen terhadap PDB," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menggelar konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Menurut Sri Mulyani, penurunan defisit anggaran ini menunjukkan tren dalam APBN yang semakin baik, kuat, dan sehat.

Dia memastikan untuk terus menjaga momentum perbaikan di Indonesia sehingga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka yang ditargetkan sebelumnya, yakni 5,4 persen untuk 2018.

Aspek penguatan lain turut diperlihatkan dari sisi penerimaan perpajakan yang mengalami pertumbuhan double digit. Realisasi penerimaan perpajakan kuartal I 2018 tercapai sebesar Rp 262,4 triliun (16,2 persen dari target APBN), tumbuh 10,3 persen dari kuartal I 2017.

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,2 persen, dengan nilai sebesar Rp 71,1 triliun (25,8 persen dari target APBN).

"Jadi, yang bisa menjelaskan bahwa recovery itu conform dan dunia usaha serta optimisme itu sudah mulai ada, adalah dari penerimaan perpajakan maupun PNBP," tutur Sri Mulyani.


Close Ads X