Huawei: 2025, Terhubung Internet Saja Tidak Cukup... - Kompas.com

Huawei: 2025, Terhubung Internet Saja Tidak Cukup...

Kompas.com - 17/04/2018, 12:21 WIB
Eric Xu, Rotating Chairman Huawei, pada pidato pembukaan Global Analyst Summit 2018 (HAS) dengan tajuk Envision a Fully Connected, Intelligent World pada Selasa (17/4/2018)KOMPAS.com/APRILIA IKA Eric Xu, Rotating Chairman Huawei, pada pidato pembukaan Global Analyst Summit 2018 (HAS) dengan tajuk Envision a Fully Connected, Intelligent World pada Selasa (17/4/2018)

SHENZEN, KOMPAS.com - Huawei, perusahaan teknologi asal China, menyatakan, pada 2025 dunia akan semakin pintar seiring dengan naiknya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Untuk menurut Eric Xu, Rotating Chairman Huawei,  tahun 2025 terhubung internet saja tidak cukup. Sebab semua hal akan terkoneksi dan semakin "cerdas".

"Dunia berubah sangat cepat dan semua perubahan tersebut mendorong semua orang untuk lebih banyak membutuhkan pengalaman (experience)," kata dia saat membuka
Huawei Global Analyst Summit 2018 bertajuk Envision a Fully Connected, Intelligent World di Shenzen, China, Selasa (17/4/2018).

Dia menyebut, pada 2025 akan ada 8 miliar smartphone dengan jumlah pengguna 6,5 miliar pengguna mobile device. Sebanyak 80 persen diantaranya terhubung dengan mobile broadband. Kecepatan broadband rata-rata mencapai 1 GB.

Baca juga: Goldman Sachs: Perusahaan Teknologi Bakal "Berperang" di Indonesia

Pada 2025 juga diestimasi jumlah pengguna teknologi virtual reality atau augmented reality (AR/VR) mencapai 440 juta pengguna. Serta pengguna mobil terkoneksi internet mencapai 40 persen.

Penggunaan internet yang ditunjang dengan ketersediaan solusi pintar atau AI yang memudahkan hidup manusia bisa dilihat dari berkembangnya perangkat pintar yang menjadi asisten personal cerdas, solusi bagi perusahaan, solusi rumah pintar, kota pintar dan sebagainya.

Menurut Xu, pada tahun tersebut akses home broadband akan sekitar 75 persen dibanding 2018 yang hanya 40 persen. Layanan ini akan tumbuh 12 persen secara tahunan.

Dia menambahkan, saat ini penggubaan AI masih dalam perdebatan sehingga nilai manfaat penggunaan AI hanya sekitar 1 persen bagi perusahaan yang menggunakannya.

Namun di 2025 penggunaan AI akan meluas dan 80 persen perusahaan di dunia akan menggunakan broadband data.

Sebagai informasi, Huawei Global Analyst Summit merupakan acara tahunan Huawei untuk memaparkan visi misi serta estimasinya di dunia teknologi kepada sekitar 600 analis teknologi di dunia. Pada tahun ini, acara ini diselenggarakan di Shenzen pada 17-19 April 2018.

Kompas TV Radio Ini Bisa Deteksi “Mood” Pemiliknya


Komentar
Close Ads X