Macet di Jalan Raya Bisa Ditekan Jika Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan - Kompas.com

Macet di Jalan Raya Bisa Ditekan Jika Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 17/04/2018, 17:15 WIB
Ilustrasi kemacetan jakartaArimbi Ramadhiani Ilustrasi kemacetan jakarta

SHENZEN, KOMPAS.com - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bisa diaplikasikan ke berbagai lini, salah satunya untuk sektor transportasi.

Berdasarkan Global Industry Vision Huawei 2025 (GIV) kemacetan di jalan raya bisa ditekan hingga 86 persen dengan menggunakan AI di sistem transportasi pada 2025.

Hal ini dipaparkan oleh William Xu, Chief Strategy Marketing Officer Huawei, pada pidato pembukaan acara Huawei Global Analyst Summit 2018 (HAS 2018) dengan tema "Envision a Fully Connected, Intelligent World" pada Selasa (17/4/2018).

"Ke depan, transportasi plus intelligence. Jika digabungkan bisa mereduksi kemacetan signifikan hingga 86 persen. Ongkos transportasi juga bisa direduksi hingga 56 persen," kata Xu.

Transportasi berbasis AI bukan hanya mobil otonom atau mobil yang terkoneksi internet saja, tetapi juga lampu lalu lintas yang terhubung dengan data center.

Data GIV 2025 menyebutkan akibat adanya koneksi transportasi dan AI, akan terjadi koneksi 5G hingga mencapai 1,1 miliar koneksi di 2025.

Diperkirakan ada 200 juta kendaraan yang terkoneksi dengan jaringan internet pada 2025, dimana 60 juta kendaraan diantaranya terkoneksi dengan jaringan 5G dan AI pada 2025.

Pasar mobil terkoneksi internet ini diperkirakan melampaui 145 miliar dollar AS pada 2025.

Sebagai tambahan informasi, Huawei Global Analyst Summit merupakan acara tahunan Huawei untuk memaparkan visi misi serta estimasinya di dunia teknologi kepada sekitar 600 analis teknologi di dunia. Pada tahun ini, acara ini diselenggarakan di Shenzen pada 17-19 April 2018.



Close Ads X