Ini 11 Hal Yang Dilarang Bagi (Wakil) Agen Penjual Reksa Dana

Kompas.com - 18/04/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi investasi www.shutterstock.comIlustrasi investasi

2. Menjual Efek Reksa Dana tanpa instruksi dari pemegang Efek Reksa Dana;

Penjualan atau redemption reksa dana hanya dapat dilakukan atas dasar intruksi dari nasabah. Umumnya instruksi tersebut berbentuk formulir yang ditanda tangani oleh investor dan ada yang dilengkapi dengan nomor rekening tujuan transfer

Seiring dengan perkembangan, formulir tersebut juga ada yang berbentuk elektronik yang diinput melalui situs atau aplikasi yang menggunakan PIN sebagai tanda tangan secara elektronik.

3. Memberikan penjelasan yang tidak benar dan ungkapan yang berlebihan tentang suatu Reksa Dana;

Karena tidak memahami produk dan peraturan dengan baik, ada kalanya tenaga pemasar di lapangan masih salah dalam memberikan penjelasan kepada nasabah. Sebagai contoh, seperti reksa dana pendapatan tetap dijelaskan sebagai reksa dana yang memberikan pendapatan yang tetap setiap bulannya.

Padahal tidak demikian, karena reksa dana pendapatan tetap adalah sebutan untuk reksa dana yang berinvestasi pada instrumen obligasi yang ada kupon tetapnya.

Pengungkapan yang berlebihan juga bisa terjadi apabila pemahaman terhadap prinsip kinerja reksa dana kurang baik. Misalkan suatu reksa dana dalam periode 6 bulan membukukan keuntungan 10 persen, oleh tenaga pemasar dijelaskan bahwa untuk 1 tahun sama dengan 20 persen. Padahal hal ini tidak tepat, karena kinerja 10 persen merupakan 6 bulan terakhir dan belum tentu akan terulang di masa mendatang. Selain itu, kinerja di bawah 1 tahun tidak boleh disetahunkan.

4. Memastikan atau menjanjikan hasil investasi;

Hal ini memang menjadi salah satu tantangan dalam pemasaran karena investor umumnya menanyakan potensi dari keuntungan investasi di reksa dana. Dalam melakukan kegiatan penjualan, ada kalanya tenaga pemasar yang kurang profesional mencoba meyakinkan investor dengan memastikan atau menjanjikan hasil investasi tertentu.

Pada kenyatannya, hasil investasi tersebut bisa saja terwujud atau bahkan lebih tinggi apabila kondisi pasar dan kinerjanya baik, tapi tidak jarang juga bisa gagal atau bahkan mengalami kerugian apabila kinerja pasar dan pengelolaannya kurang baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X