BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Schneider

Merayakan Dunia Digital Tanpa Batas...

Kompas.com - 18/04/2018, 13:38 WIB
Ilustrasi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi digital
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini, teknologi digital semakin menggeliat. Setiap aktivitas manusia tak lepas dari sentuhan digital.

Dalam hal berkomunikasi, misalnya. Bayangkan, pada masa lampau, masyarakat mesti menulis surat dan mengirimkannya terlebih dahulu. Butuh waktu sekian hari sampai akhirnya pesan tersebut dibaca oleh orang yang dituju.

Kini, berkirim pesan dapat dilakukan dengan mudah melalui gawai.

Ya, begitulah dampak perkembangan teknologi digital. Sebagaimana dikatakan Pemimpin Eksekutif Forum Ekonomi Dunia (WEC) Klaus Schwab, dunia dewasa ini berubah begitu cepatnya seiring kemajuan teknologi digital.

Kondisi itu, imbuh Klaus, membuat akses manusia terhadap ilmu pengetahuan begitu terbuka dan tak lagi berbatas.

“Semua hal tersebut bukan lagi mimpi, melalui terobosan teknologi baru di bidang robotika, internet of things (IoT), kendaraan otonom, percetakan berbasis tiga dimensi, bioteknologi, penyimpanan energi, dan sebagainya,” papar Klaus.

Menurut riset Cisco Global Mobile Data Traffic Forecast, pada 2020, terdapat sedikitnya 5,5 miliar pengguna gawai di seluruh dunia. Angka tersebut mencapai 70 persen dari populasi global.

Di Indonesia, diperkirakan sedikitnya 130 juta gawai telah dipakai oleh masyarakat.

Lantas dengan semakin berkobarnya teknologi digital, apa dampaknya bagi manusia?

“Teknologi digital adalah peluang untuk masa depan lebih baik. Kita selayaknya tak perlu khawatir atas perubahan tersebut,” ungkap Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly dalam pergelaran Innovation Summit 2018 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Ilustrasi digitalSHUTTERSTOCK Ilustrasi digital

Menurut Xavier, teknologi digital adalah realitas yang tidak terelakkan lagi. Hal tersebut semakin menjadi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, kata Xavier, teknologi tersebut selalu ada di saku pakaian kita.

"Coba bayangkan, apa jadinya anak muda zaman sekarang tanpa kehadiran wifi? Koneksi internet seolah menjadi kebutuhan lebih krusial dibandingkan hal-hal lain," tuturnya.

Pertumbuhan teknologi digital, sambung dia, menjadi hal positif untuk menggerakkan roda perekonomian.

Digital dan ekonomi ketika bersatu dapat menjadi penopang kemajuan suatu negara. Indonesia adalah salah satu negara yang bersiap menyambut legitnya dunia digital itu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memproyeksikan, pada 2020, ekonomi digital di Indonesia dapat tumbuh hingga 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun.

Angka proyeksi tersebut diperkirakan menyentuh 20 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Proyeksi ini naik dari realisasi 2017 sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.000 triliun.

"Teknologi digital dapat membuat investasi perekonomian berlipat ganda di Indonesia. Dengan penetrasi teknologi digital, Indonesia juga telah menunjukkan keyakinannya untuk menjadi 10 negara dengan ekonomi terkuat dunia pada 2030 mendatang," papar Xavier.

Ekonomi dan energi

Asal tahu saja, dalam mewujudkan keinginan menjadi 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia, pemerintah telah mencanangkan program nasional Making Indonesia 4.0.

Sejumlah aspek dalam program nasional tersebut, antara lain membangun berbasis kelestarian lingkungan dan keberlanjutan, mendongkrak infrastruktur digital, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly berbicara dalam Innovation Summit 2018 Schneider Electric, di Jakarta, Rabu (18/4/2018)KOMPAS.com/HARIS PRAHARA Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly berbicara dalam Innovation Summit 2018 Schneider Electric, di Jakarta, Rabu (18/4/2018)

"Hal itu selaras dengan teknologi EcoStruxure yang telah dimiliki Schneider Electric," ucap Xavier.

Executive Vice President International Operation Schneider Electric Luc Remont menambahkan, pertumbuhan teknologi digital akan meningkatkan kebutuhan atas energi.

Pada 20 tahun ke depan, Remont melanjutkan, kebutuhan energi di dunia bisa mencapai dua kali lipat dari kebutuhan saat ini.

"Di sisi lain, tantangan efisiensi energi semakin mengemuka. Negara-negara berlomba mengonversi energi menjadi lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh generasi penerus," ucapnya.

Berkaca dari hal tersebutlah, kata Remont, Schneider Electric akan terus mengembangkan teknologi yang lebih baik untuk masa depan.


26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.