Kompas.com - 20/04/2018, 13:00 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

P2P lending merupakan bisnis investasi yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam. Tugas penyedia layanan adalah menjadi penghubung sekaligus menilai karakteristik, mengawasi serta mengurus perjanjian kedua belah pihak. Dana pinjaman sendiri berasal dari pemberi pinjaman, bukan dari penyedia layanan P2P lending langsung. Jadi faktanya, ketersediaan dana akan dipengaruhi oleh ketersediaan pemberi pinjaman.

3. Memberi pinjaman online, pasti investasi bodong

Layanan P2P lending memberikan kesempatan bagi perorangan maupun pelaku usaha untuk memberikan pinjaman dan mendapatkan imbal hasil dari dana pinjaman yang diberikan. Untuk itu, P2P lending dapat disebut sebagai sarana investasi baru berbasis online. Sayangnya, memang tidak semua bisa dianggap aman. Untuk itu, pastikan penyedia layanan yang terpercaya. Salah satu parameter penyedia layanan P2P lending yang baik adalah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, telitilah sebelum Anda mulai menggunakan layanan P2P lending.

4. Lebih cepat, lebih transparan? Tidak mungkin!

Dengan memanfaatkan teknologi, transaksi P2P Lending justru dimungkinkan untuk menjadi lebih cepat dan lebih transparan. Melalui teknologi, verifikasi terhadap peminjam dan pemberi pinjaman kini bisa dilakukan dalam hitungan hari bahkan menit. Inovasi dan teknologi juga memungkinkan peminjam atau pemberi pinjaman mengetahui asal dana dan kemana dana mereka disalurkan. Informasi tentang peminjam dan imbal hasil dapat tersedia secara detil dan online di dasbor masing-masing pemberi pinjaman.

5. Ekonomi kerakyatan yang adil

Pesatnya pertumbuhan fintech P2P lending membuat banyaknya jenis layanan yang ditawarkan. Disinilah masyarakat harus jeli untuk mengenal layanan P2P lending yang cocok dengan portfolio risiko serta kebutuhan. Beberapa layanan P2P lending yang fokus pada UMKM, misalnya, juga memberikan pendampingan usaha bahkan jaminan kesehatan bagi peminjamnya. Tak sedikit juga P2P yang menggunakan sistem imbal hasil dan bukannya bunga, untuk meningkatkan layanan yang adil untuk peminjam maupun pendana.

Keberadaan layanan P2P lending tidak dapat dipungkiri memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi, terutama karena inovasinya yang memungkinkan layanan ini membuka akses terhadap kelompok masyarakat unbanked. Namun demikian, seperti industri lainnya, layanan P2P lending tidak kebal terhadap isu keamanan. Untuk itu, pastikan penyedia layanan yang Anda pilih sudah tepat, terpercaya dan memberikan nilai tambah kebutuhan Anda.

Artikel ini merupakan konten kerja sama dengan Asosiasi FinTech Indonesia. Nara sumber artikel adalah Hans Arthur, Anggota Asosiasi Fintech Indonesia dan Content Writer Amartha, dan Lydia Kusnadi, Anggota Asosiasi Fintech Indonesia dan Brand Manager Amartha. Kompas.com tidak bertanggungjawab atas isi tulisan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFTECH
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.