Kompas.com - 20/04/2018, 22:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  VP Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menyebut, dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, seperti yen Jepang, euro, dan poundsterling. Kondisi ini memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang Asia, termasuk rupiah.

Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam pada hari ini, Jumat (20/4/2018). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada posisi Rp 13.893 per dollar AS, melemah 108 poin atau 0,78 persen dibandingkan sebelumnya, yakni Rp 13.785 per dollar AS.

"Sentimen kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif memberikan tekanan pada pasar keuangan regional di pasar saham dan obligasi yang pada akhirnya memicu keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang," ujar Josua kepada Kompas.com.

Josua menyebutkan,  di antara mata uang negara-negara Asia, pelemahan rupiah sebesar 0,7 persen merupakan yang paling besar.

Baca juga: Sepanjang Maret 2018, Rupiah Melemah 1,13 Persen

Josua pun menyebut, secara year to date (ytd) alias sejak awal tahun, pelemahan pada rupiah bukan yang terburuk di antara negara-negara kawasan.

"Ada dua mata uang yang melemah lebih dalam lagi, yaitu peso Filipina dan rupee India," tutur Josua.

Meskipun rupiah mengalami pelemahan sebutdia, Bank Indonesia (BI) tetap berada di pasar valas untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi. Tujuannya adalah untuk membatasi agar rupiah tidak melemah lebih dalam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.