Trump Tak Senang Harga Minyak Dunia Naik

Kompas.com - 22/04/2018, 11:30 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pergerakan harga minyak dunia tidak luput dari perhatian Presiden AS Donald Trump. Menurut Trump, harga minyak dunia yang perlahan merangkak naik bukan hal yang menyenangkan.

"OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) melakukannya lagi. Harga minyak terlampau tinggi! Tidak bagus dan tidak akan bisa diterima!" tulis Trump pada akun Twitter pribadinya, Jumat (20/4/2018).

Dikutip dari CNN Money, Minggu (22/4/2018), harga minyak dunia naik menuju 70 dollar AS per barrel dalam beberapa pekan terakhir. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Kondisi tersebut membuat posisi Trump seakan terhimpit. Sebab, Trump selama ini mendorong agenda dominasi energi Amerika dengan memangkas regulasi lingkungan dan sejumlah proyek yang telah masuk ke dalam pipeline.

Baca juga : Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi sejak 2014

Akan tetapi, di satu sisi, sejumlah negara bagian seperti Texas, Oklahoma, dan North Dakota menggantungkan kemakmuran mereka pada industri minyak. Anjloknya harga minyak pada periode 2014-2016 membuat pengangguran melonjak di tiga negara bagian tersebut dan banyak perusahaan bangkrut.

Namun demikian, apabila harga minyak dunia terus mengalami penguatan, konsumen di AS bakal berteriak. Bagaimana tidak, ini akan membuat harga bahan bakar minyak (BBM) akan merangkak naik pula.

"Negara-negara bagian produsen minyak itu adalah lampu merah Trump. Mereka adalah bagian dari koalisinya. Untuk mencapai dominasi energi, Anda butuh harga yang lebih tinggi guna mendukung investasi," jelas Joe McMonigle, analis senior kebijakan energi di Hedgeye Risk Management.

Baca juga : Arab Saudi Inginkan Harga Minyak di 80 Dollar AS Per Barel

Serangan Trump terhadap OPEC tersebut juga bakal menciptakan konflik dengan upayanya untuk memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi. Adapun Arab Saudi adalah negara yang mendorong OPEC melakukan pemangkasan produksi minyak untuk mengerek harga.

Atas upaya OPEC dan sejumlah negara produsen lainnya tersebut, harga minyak dunia sudah naik 12 persen tahun ini. Harga BBM secara rata-rata di AS pun sudah naik 2,75 dollar AS.

"OPEC tidak melakukan hal yang berbeda sejak awal 2017. Cuitan (Trump) tersebut, menurut pendapat saya, sedikit menyesatkan dan tak sepenuhnya faktual," jelas Spencer Walsh, analis pasar minyak di IHS Markit.

Kompas TV Perang dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat menjadi sentimen buruk bagi pergerakan minyak mentah dunia.



Sumber CNN Money
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Whats New
Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Whats New
Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X