Kompas.com - 25/04/2018, 06:06 WIB

Visual dan narasi itu kemudian menjadi penting agar audiens atau target konsumen bisa berhenti dan tertarik dengan konten yang dimiliki pelaku bisnis, layaknya mereka berinteraksi dalam Stories teman-temannya.

"Yang perlu diperhatikan juga adalah untuk meng-highlight produk di tiga detik pertama karena Instagram Stories dikonsumsi dengan cepat," sambung Webster.

Webster menambahkan, kemunculan produk dalam konten pelaku bisnis juga akan menghasilkan respon lebih kuat sehingga membuat target konsumen cepat mengerti, meningkatkan relevansi, brand fit, dan niat membeli yang lebih tinggi.

Cara ketiga yang bisa digunakan pelaku bisnis dalam beriklan di Instagram Stories adalah dengan fokus pada inspirasi visual.

Seperti diketahui bahwa Instagram Stories merupakan konten video atau foto semantara yang hanya bertahan 24 jam dan waktu penyampaiannya pun hanya 5 sampai 10 detik.

Pelaku usaha kemudian bertanya-tanya bagaimana cara mengiklankan produk atau brand dalam kurun waktu sesingkat itu. Webster pun meminta pelaku usaha untuk tidak melihatnya sebagai sebuah ancaman, melainkan sebagai keuntungan.

"Semua semakin cepat, maka pelaku usaha harus memikirkan kecepatan narasi dan juga visual serta tujuan beriklan, apakah untuk meningkatkan brand awareness, mendorong kunjungan ke situs, atau mengajak audiens mengunduh aplikasi," tutur Webster.

Fitur di Instagram Stories seperti tap, tap and hold, serta swipe up mendukung pelaku usaha untuk setiap tujuannya beriklan.

Berikutnya cara terakhir yang disebut Webster adalah menampilkan iklan produk dengan format carousel. Format ini merupakan konsep baru Instagram setelah pada sebelumnya terdapat dua format iklan dari Instagram, yakni video dan foto.

Format carousel ads memungkinkan pelaku bisnis menampilkan tiga konten secara berurutan dalam satu iklan.

"Untuk narasi yang lebih kompleks, gabungan beberapa chapter ini dapat menghasilkan kampanye iklan yang lebih efektif," tambah Webster.

Format carousel juga memungkinkan pelaku usaha menggabungkan foto dan video dalam satu konten. Selain itu, format carousel juga memiliki perilaku yang sama dengan konten Stories pada umumnya.

"Artinya, audiens atau orang yang menjadi target konsumen bisa berinteraksi dengan cara tap for more, swipe back atau forward, dan hold konten iklan tersebut sesuka hatinya," pungkas Webster.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.