Monopoli Kargo dan Pos di Kualanamu, AP II Didenda Rp 6,5 Miliar

Kompas.com - 25/04/2018, 06:30 WIB
Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2013). Bandara seluas 1.365 hektare tersebut resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 pukul 00.01 WIB dan secara bersamaan operasional Bandara Polonia ditutup sehari sebelumnya, 24 Juli 2013 malam pukul 23.59 WIB. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2013). Bandara seluas 1.365 hektare tersebut resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 pukul 00.01 WIB dan secara bersamaan operasional Bandara Polonia ditutup sehari sebelumnya, 24 Juli 2013 malam pukul 23.59 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus PT Angkasa Pura II bersalah atas dugaan praktik monopoli dalam penyediaan fasilitas terminal untuk pelayanan kargo dan pos di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Putusan itu ditetapkan pada Selasa (24/4/2018).

"Majelis Komisi memutus terlapor (AP II) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Praktik Monopoli," kata Ketua Majelis Komisi Chandra Setiawan dalam sidang putusan, sebagaimana melalui keterangan tertulis, Selasa (24/4/2018) malam.

Chandra menjelaskan, AP II terbukti melakukan penyalahgunaan posisi monopoli terhadap pengguna jasa terkait layanan dan pengiriman kargo maupun pos di Bandara Kualanamu.

Majelis juga mendapati adanya tarif ganda atau double charge ketika berjalannya Regulated Agent untuk kargo outgoing dan berlakunya Daerah Keamanan Terbatas (DKT) untuk kargo incoming.

"Majelis komisi memutuskan AP II selaku terlapor membayar denda Rp 6.538.612.000 yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha," tutur Chandra.

Selain itu, majelis meminta AP II untuk segera menurunkan penetapan tarif pengiriman atau outgoing kargo dan pos dengan memperhitungkan kegiatan yang hilang setelah diambil alih oleh Regulated Agent.

AP II juga diarahkan untuk mengembalikan proses pengambilan atau incoming kargo dan pos di Bandara Kualanamu tanpa melalui mitra usaha AP II di Lini II.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.