Asian Games, Sinar Mas Janji Lebih Cepat Tekan Titik Api Palembang

Kompas.com - 25/04/2018, 22:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper Sinar Mas melakukan simulasi pemadaman api di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (9/3). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper Sinar Mas melakukan simulasi pemadaman api di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (9/3).
Penulis Dimas Wahyu
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim kemarau jatuh beririsan dengan momen Asian Games 2018. Kondisi tersebut membuat APP Sinar Mas meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan kebakaran hutan dan lahan.

Demi menghindari asap kebakaran yang pernah menjadi problem nasional, tim manajemen api mereka bekerja ekstra dengan masa waktu yang dinaikkan dua kali lipat dari biasanya. Langkah ini dimulai sejak masa persiapan bulan Mei hingga Oktober 2018 atau sebulan selepas penutupan ajang tersebut.  

"Apabila ada hot spot atau titik panas yang ditemukan, teman-teman di lapangan harus segera melakukan penanganan awal. (Jika biasanya) harus di bawah 2 jam, untuk Asian Games harus di bawah 1 jam. Harus sudah melakukan pemadaman awal," ujar Fire Data and Information Technology Manager APP Sinar Mas Gustaf Rantung, Rabu (25/4/2018) di Jakarta.
 
Target tersebut terkait dengan investasi tambahan sekitar 3,8 juta dollar AS khusus untuk persiapan Asian Games pada Mei-Oktober. Nominal ini di luar investasi yang bernilai lebih dari 100 juta dollar AS untuk upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tahun 2018.


Asian Games 201818th ASIAN GAMES Jakarta-Palembang Indonesia 2018/Facebook Asian Games 2018

Wilayah konsesi yang berdekatan dengan Palembang sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Asian Games menjadi pengutamaan. Dengan dana investasi tersebut, mereka menambah menara pemantau setinggi 32 meter yang punya kemampuan radius pantau hot spot hingga sejauh 10 km.

Penambahan dilakukan di wilayah Ogan Komering Ilir sebanyak 5 menara serta di Banyuasin dan Musi Banyuasin sebanyak 8 menara. Di area yang vegetasinya tidak padat, mereka membangun menara mini setinggi 12 meter sebanyak 25 unit. Peran menara mini disebut menggantikan patroli darat yang dinilai kurang efektif mendeteksi hot spot.

"Karena venue paling dekat di Palembang, makanya kami pusatkan di (sekitar) Palembang. (Pada masa kemarau ini) kami memang juga dalam masa siaga kebakaran," kata dia.

Hot spot belum tentu api

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemantauan hot spot dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah memperkirakan kemungkinan kemunculan titik api dengan memanfaatkan data-data satelit.

Namun, hot spot yang dilaporkan ini belum tentu benar-benar ada api. Gustaf mengatakan bahwa pada kondisi puncaknya bisa terdapat 200-an laporan hot spot, dan semua informasi itu harus diverifikasi.

"Verifikasi dilakukan dengan mengirim tim berperalatan lengkap. Jika benar hot spot adalah fire spot, orang yang melakukan verifikasi awal harus memadamkan. Mereka sudah bawa pompa dan segala macam, dibantu patroli helikopter," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


Sumber kompas.com
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.