Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Rupiah, BI Ajak Tak Fokus pada Level Psikologis tanpa Lihat Persentase Depresiasi

Kompas.com - 27/04/2018, 07:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengimbau masyarakat serta pelaku bisnis untuk tidak hanya berfokus pada level psikologis dalam hal pelemahan atau depresiasi rupiah terhadap dollar AS.

Taksiran level psikologis nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 14.000 per dollar AS disebut Agus masih terkendali, tetapi di lapangan terkesan depresiasi tersebut seperti nominal yang besar.

"Secara persentase, dampak di Indonesia tidak sebesar negara-negara lain. Kebetulan Indonesia mata uangnya rupiah dan ekuivalen 1 dollar di Rp 13.700 sampai Rp 13.800," kata Agus melalui konferensi pers di Bank Indonesia, Kamis (26/4/2018) malam.

Agus menjelaskan, depresiasi rupiah month to date (1-26 April) sebesar minus 0,88 persen. Dengan besaran tersebut, nampak nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih lebih baik ketimbang mata uang beberapa negara dengan depresiasi yang jauh lebih dalam.

Baca juga : Gubernur BI Sebut Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Mata Uang Asia Lainnya

Mata uang yang dimaksud adalah baht Thailand (depresiasi minus 1,12 persen), ringgit Malaysia (depresiasi minus 1,24 persen), dollar Singapura (depresiasi minus 1,17 persen), won Korea Selatan (depresiasi minus 1,38 persen), dan rupee India (depresiasi minus 2,4 persen).

Data ini memperlihatkan bahwa posisi mata uang Indonesia dibanding negara-negara lain di Asia masih lebih baik dalam menghadapi pengaruh dollar AS hingga saat ini.

"Kalau seandainya ada batas psikologis yang mengatakan bahwa tembus Rp 13.900 atau Rp 14.000, itu seperti kita menembus suatu bilangan besar. Padahal, secara persentase dibandingkan mata uang lain, depresiasi di Indonesia tidak terlalu besar," tutur Agus.

BI meyakini bahwa pelemahan rupiah terhadap dollar AS hanya berlangsung sementara. Untuk menjaga dari berbagai kemungkinan, BI akan tetap berada di pasar untuk memastikan ketersediaan mata uang tersebut dan menjaga stabilitas sistem moneter di Indonesia.

Baca juga : Pelemahan Rupiah Berlanjut, BI Buka Ruang Kenaikan Suku Bunga

Kompas TV Pelemahan nilai tukar rupiah masih menimbulkan kekhawatiran, terutama dampak pada utang luar negeri yang harus dibayar tahun ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Whats New
Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Whats New
Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Whats New
Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Whats New
Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Whats New
Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

BrandzView
Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Whats New
Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Whats New
Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, dan Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar pada 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar pada 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+