Berkat Batik Magelangan, Iwing Raup Omzet Puluhan Juta

Kompas.com - 27/04/2018, 15:36 WIB

Iwing Setyowati (43), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Iwing bisa memproduksi aneka kerajinan batik khas Magelang yang ia jual dan menghasilkan omzet puluhan juta per bulan, Jumat (27/4/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Iwing Setyowati (43), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Iwing bisa memproduksi aneka kerajinan batik khas Magelang yang ia jual dan menghasilkan omzet puluhan juta per bulan, Jumat (27/4/2018).
Dia lantas memberanikan diri memproduksi kain batik sendiri dengan modal hanya Rp 300.000. Modal itu untuk membeli kain mori. Iwing membuat motif batik khas Magelang, seperti motif Mantiasih, Water Torn, Kebonpolo dan lainnya.

Wanita kelahiran Magelang, 30 April 1975 itu masih ingat, pesanan pertama datang dari Kelurahan Wates yang memesan 15 lembar kain batik motif Mantiasih warna cokelat.

Pesanan perdana ini dia kerjakan seorang diri, karena belum memiliki pegawai.

“Awalnya saya kerjakan sendiri, sampai setahun berjalan pesanan makin banyak, baru saya beranikan diri merekrut. Total sekarang saya mempekerjakan sembilan orang. Mereka dari sekitanya rumah saja, ada saudara-saudara saja juga. Hampir semua dikerjakan di rumah saya, hanya beberapa yang dibawa pulang,” katanya.

Pelan tapi pasti, batik yang diberi merek Batik Iwing itu mendapat tempat di hati para pecinta batik lokal. Dia pernah mendapat pesanan hingga 1.217 lembar. Setiap bulan dia rutin mengirim pesanan batik 250 potong ke Tangerang dan 50 potong ke Padang, Sumatera Barat.

Motif Magelangan

Proses pembuatan Batik Magelangan karya Iwing  Setyowati (43), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/4/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Proses pembuatan Batik Magelangan karya Iwing Setyowati (43), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/4/2018).
Sampai sekarang sudah istri dari Eko Sulistyo tersebut sudah menghasilkan ribuan lembar kain batik dengan puluhan motif.

Iwing tidak pernah berhenti berkreasi dengan menciptakan motif baru khas Magelang, seperti motif Kupat Tahu, Sejuta Bunga, Motif Gladiool, Bunga Sepatu, Bunga Cempaka dengan tiga varian, Daun Suruh, dan Lidah Api.

Lalu tiga motif terbaru berupa Magelang dan Glatik, Wates, dan Bengkok. Tiga motif di antaranya sudah dia patenkan, yakni Kupat Tahu, Cempaka, dan Sejuta Bunga.

“Saya memang punya target bikin 3 motif batik baru dalam setahun. Ada yang juga motif yang enggak sengaja, karena kena air hujan saat pewarnaan, tapi jadi bagus dan saya beri nama motif pelangi," kisahnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.