Bangun 3 Keramba Jaring Apung "Offshore", KKP Siapkan Rp 131,4 Miliar

Kompas.com - 27/04/2018, 16:03 WIB
Perahu-perahu nelayan ditambatkan di dermaga Teluk Keunekai, Kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam, Sabtu (2/12/2017). Selama cuaca buruk, nelayan Sabang tidak melaut. Rencananya, pemerintah akan membangun keramba jaring apung offshore di perairan Sabang. KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIPerahu-perahu nelayan ditambatkan di dermaga Teluk Keunekai, Kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam, Sabtu (2/12/2017). Selama cuaca buruk, nelayan Sabang tidak melaut. Rencananya, pemerintah akan membangun keramba jaring apung offshore di perairan Sabang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mendorong budidaya ikan kakap putih, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memutuskan membangun Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai atau offshore di tiga wilayah.

Ketiga wilayah yang dipilih oleh KKP tersebut adalah Pangandaran, Karimunjawa, dan Sabang. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun tiga KJA itu disebut hingga ratusan miliar rupiah.

"Total anggaran untuk pembelian tiga unit KJA lepas pantai di Karimunjawa, Pangandaran, dan Sabang adalah Rp 131,451 miliar," ucap Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Slamet menambahkan, ketiga KJA offshore tersebut dibangun dengan mengadopsi teknologi industri perikanan milik Norwegia.

Baca juga: Susi Targetkan Produksi 800 Ton Per Tahun Kakap Putih dari KJA Offshore Pangandaran

"Di dunia, Norwegia adalah the best untuk teknologi salmon nya. Kita belajar ke norwegia. KJA offshore di Kanada, Thailand, dan Vietnam pun banyak yang mengadopsi standar Norwegia," sambung Slamet.

Selama ini, Norwegia tercatat mampu membudidayakan ikan salmon hingga 12.000 ton tiap tahunnya berkat teknologi KJA offshore yang diterapkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Indonesia saat ini masih belum memiliki teknologi dan peralatan canggih untuk pembangunan KJA offshore tersebut.

Oleh karenanya, menggandeng Norwegia dalam pembangunan KJA offshore di Pangandaran, Sabang, dan Karimunjawa menjadi solusi atas kekurangan tersebut.

Setiap keramba nantinya akan terdiri atas delapan lubang penampungan benih ikan dan masing-masing KJA offshore diprediksi bisa menampung hingga 1,2 juta ton benih ikan kakap putih.

"Pertama yang sudah dipelihara adalah di Kabupaten Pangandaran yang kemarin ditabur benihnya oleh Pak Presiden. Totalnya nanti kita tanam 1,2 juta ton dan kita harapkan dari delapan (lubang) KJA ini ada hasilnya kurang lebih 800 ton (per tahun)," sebut Susi.

Dengan begitu, maka dari tiga KJA offshore tersebut dapat dihasilkan 2.400 ton ikan kakap putih per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.