Soal Rekaman Percakapan dengan Dirut PLN, Rini Bilang Tunggu Saja

Kompas.com - 30/04/2018, 12:12 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno saat menunggu Sky Train di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/11/2017) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoMenteri BUMN Rini Soemarno saat menunggu Sky Train di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memberikan sinyal bakal menuntut penyebar rekaman suara percakapannya dengan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basyir.

Rekaman suara tersebut viral di media sosial sejak akhir pekan lalu.

"Tunggu saja (soal tuntutan tersebut)," ujar Rini di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Rini tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tuntutan yang akan dilayangkannya.

Baca juga: Beredar Rekaman Menteri Rini dan Dirut PLN soal Bagi-bagi Saham, Ini Tanggapan Kementerian BUMN

Ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya ketika dicecar pertanyaan oleh awak media.

Sebelumnya, Rini menyatakan akan menuntut penyebar rekaman pembicaraan dirinya dengan Sofyan. Menurut dia, laporan yang akan dilayangkan kepada penegak hukum tidak hanya atas nama Kementerian BUMN, namun juga atas nama pribadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebentar lagi saya akan masukkan tuntutan, bukan hanya atas nama (Kementerian) BUMN, tapi juga pribadi," tutur Rini.

Rini mengungkapkan, isi rekaman percakapan dirinya dengan Sofyan yang viral tersebut sengaja disajikan tidak utuh. Dia menyebut, ada percakapan yang dipotong sedemikian rupa, sehingga terkesan ada proyek meminta fee.

Rini pun menegaskan tidak ada kepentingan pribadi atas isi pembicaraan dirinya dengan Sofyan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.