Penyaluran Pembiayaan Dongkrak Laba Bersih WOMF

Kompas.com - 30/04/2018, 12:34 WIB
Direktur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Zacharia Susantadiredja saat RUPS WOM Finance di Jakarta pada Kamis (15/3/2018) mengatakan bahwa sekitar 70 persen bisnis perusahaan masih dipusatkan di Jawa. Kompas.com/Josephus PrimusDirektur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Zacharia Susantadiredja saat RUPS WOM Finance di Jakarta pada Kamis (15/3/2018) mengatakan bahwa sekitar 70 persen bisnis perusahaan masih dipusatkan di Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyaluran pembiayaan motor dan mobil hingga kuartal 1 (Q1) 2018 mendongkrak laba emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode WOMF.

Siaran pers yang diterima Kompas.com hari ini dari emiten PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk itu menunjukkan adanya kenaikan 53 persen dari pembiayaan Q1 2017 dibandingkan dengan Q1 2018. Pada periode Q1 2018, angka pembiayaan itu ada di posisi 1,8 triliun.

Lantaran penyaluran pembiayaan itulah, laba bersih pada Q1 2018 mencapai Rp 55 miliar. Ini berarti terjadinya kenaikan 98 persen ketimbang periode Q1 2017.

Dibandingkan Q1 2017, komposisi pembiayaan WOM Finance di antaranya pembiayaan motor baru naik 37 persen, motor bekas naik 19 persen, Multiguna Jasa MotorKu naik 41 persen, dan Multiguna Jasa MobilKu naik 128 persen.

Produk pembiayaan Multiguna Jasa (MotorKu dan MobilKu) memiliki kontribusi yang cukup besar sebesar 46 persen dari total pembiayaan dalam unit.

Direktur WOMF Zacharia Susantadiredja menyebutkan bahwa sepanjang Q1 2018, pihaknya berhasil melakukan pembiayaan sepeda motor sebanyak 127.000 unit. "Ini meningkat 39 persen dibanding Q1 2017," tuturnya.

Deviden

Catatan terkumpul sebelumnya menunjukkan bahwa WOMF pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) per 15 Maret 2018 setuju membagikan deviden kepada pemegang saham senilai Rp 54 miliar. Angka ini setara dengan Rp 15,5 per saham.

Informasi selanjutnya dari WOMF menunjukkan bahwa total aset  tercatat naik 30 persen sebesar Rp 8,1 triliun dari Rp 6,3 triliun pada Q1 2017.

Total liabilitas juga naik 31 persen menjadi Rp 7,1 triliun dari Rp 5,5 triliun pada Q1 2017.

Total ekuitas  mencapai lebih dari Rp 1 triliun pada Q1 2018 atau mengalami pertumbuhan sebesar 24 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.