Kuartal I 2018, Investasi di Indonesia Capai Rp 185,3 Triliun

Kompas.com - 30/04/2018, 14:21 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong bersama Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis saat konferensi pers realisasi investasi kuartal I 2018 di gedung BKPM, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong bersama Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis saat konferensi pers realisasi investasi kuartal I 2018 di gedung BKPM, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) mencatat realisasi investasi dalam kurun waktu Kuartal I 2018 (Januari-Maret) sebesar Rp 185,3 triliun.

Nomimal tersebut merupakan gabungan dari realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN) dan Penanaman Modal Asing ( PMA).

"Realisasi ini meningkat 11,8 persen dari periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong melalui konferensi pers di kantornya, Senin (30/4/2018).

Menurut Thomas, realisasi investasi kuartal I ini sejalan dengan target investasi sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 765 triliun dengan kisaran pertumbuhan ekonomi pada level 5,4 persen.

Bila dibedah berdasarkan jenis investasi, realisasi PMDN sebesar Rp 76,4 triliun atau tumbuh 11 persen dibanding tahun lalu yang hanya Rp 68,8 triliun.

Sedangkan untuk PMA, realisasi pada kuartal I 2018 tercatat sebesar Rp 108,9 triliun atau naik 12,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 97 triliun.

BKPM juga mencatat realisasi investasi keseluruhan (PMDN dan PMA) berdasarkan 5 besar lokasi proyek adalah Rp 37 triliun di Jawa Barat (19,9 persen), DKI Jakarta Rp 28,9 triliun (15,6 persen), Jawa Tengah Rp 16,1 triliun (8,7 persen), Banten Rp 15,5 triliun (8,4 persen), dan Riau Rp 9,1 triliun (4,9 persen).

Berdasarkan sektor usaha, 5 besar realisasi investasi kuartal I 2018 adalah sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 27,6 triliun atau 14,9 persen; industri logam, mesin, dan elektronik Rp 22,7 triliun atau 12,3 persen; listrik, gas, dan air Rp 19,3 triliun atau 10,4 persen; tanaman pangan dan perkebunan Rp 17,9 triliun atau 9,6 persen; serta sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 14,7 triliun atau 7,9 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X