Ibadah Umrah dengan Duit Hasil Utang, Bolehkah?

Kompas.com - 30/04/2018, 22:51 WIB
Ilustrasi umrah: Rombongan umrah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/2/2015). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAIlustrasi umrah: Rombongan umrah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/2/2015).

KOMPAS.com - Minat masyarakat Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah sangat besar. Bank dan lembaga pembiayaan pun menangkap peluang ini dengan menawarkan pinjaman umroh.

Pada tahun 2014 sekitar 750.000 umat Islam Indonesia pergi ke tanah suci Makkah untuk umrah. Jumlah ini tentu semakin besar saat ini. Mengingat minat berumrah masih tinggi sejalan dengan antrian ibadah Haji semakin lama dan panjang.

Masyarakat ingin cepat merasakan beribadah di depan Kabah di masjidil haram dengan menjalankan ibadah umroh lebih dahulu, kemudian menunggu ibadah haji yang wajib dijalankan umat Islam yang tergolong mampu secara ekonomi.

Bank-bank syariah pun memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan pinjaman umroh. Sebut saja Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Permata Syariah, dan sederat bank syariah lainnya.

Tak cuma itu, perusahaan pembiayaan ikut mencicipi bisnis gurih ini. Sebut saja yang kini gencar menawarkan pembiayaan umrah, yakni BFI Syariah, bagian dari PT. BFI Finance International Tbk.

Berikut ini tiga hal penting seputar umrah dengan dana utang, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan, termasuk pinjaman umrah, HaloMoney.co.id

1. Bolehkah berutang untuk umrah?

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, bolehkah mengambil utang untuk ibadah umroh? Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh masyarakat. Mungkin termasuk Anda.

Meminjam atau berutang untuk pergi umroh memang bukan pilihan yang dianjurkan jika Anda tidak memiliki penghasilan tetap dan jelas. Sebab ibadah umroh tersebut sebenarnya bukan ibadah yang wajib. Sementara setelah Anda berutang, akan memunculkan kondisi yang wajib Anda penuhi, yakni membayar hutang.

Lain halnya jika Anda memiliki kemampuan, antara lain ditandai dengan memiliki penghasilan yang jelas dan tetap. Mengambil pinjaman umrah dari lembaga keuangan yang menawarkan tidak dilarang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X