OJK: Industri Perbankan Aman di Tengah Pelemahan Rupiah - Kompas.com

OJK: Industri Perbankan Aman di Tengah Pelemahan Rupiah

Kompas.com - 01/05/2018, 15:44 WIB
 Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menegaskan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih akan tetap aman kendati diterpa pelemahan rupiah yang hampir menyentuh level Rp 14.000 per dollar AS.

Optimisme itu muncul lantaran OJK telah melakukan serangkaian stress test atau simulasi terkait pelemahan rupiah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada angka terdepresiasi cukup tinggi.

"OJK telah melakukan stress test terhadap perbankan dari berbagai faktor termasuk nilai tukar rupiah dan hasilnya perbankan kita masih menunjukkan daya tahan yang baik," ujar Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso selepas rapat bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (30/4/2018).

Wimboh menambahkan, stress test juga dilakukan dalam hal suku bunga. Jika suku bunga kredit diasumsikan mengalami kenaikan dengan batas tertentu, maka perbankan Indonesia dinilai masih cukup kuat.

"Terkait surat berharga, itu kalau ada upflow maka yield-nya akan naik. Untuk saat ini beberapa surat berharga turun terutama surat berharga korporasi. Namun, penurunan itu tidak cukup memengaruhi profit and loss perbankan," jelas dia.

Adapun faktor lainnya yang membuat industri perbankan nasional memiliki daya tahan cukup tinggi adalah karena masih tingginya dukungan permodalan bank.

Menurut Wimboh, rasio permodalan bank saat ini masih ada pada level di atas 22 persen.

"Kemampuan bank membaik tercermin dari CAR atau rasio permodalan yang cukup kuat di angka 22,67 persen," pungkas dia.


Komentar
Close Ads X