Pinjaman dari China Cair, Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Kompas.com - 02/05/2018, 06:00 WIB
Lokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERALokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC) akan melakukan percepatan pelaksanaan konstruksi.

Hal ini dilakukan setelah China Development Bank (CDB) melakukan pencairan kredit tahap pertama sebesar 170 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,28 triliun pada Jumat (27/4/18).

Mengutip Kontan.co.id Rabu (2/5/2018), Direktur Utama WIKA Tumiyana menyatakan, pencairan dana ini menunjukkan komitmen CDB dalam membiayai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"WIKA akan memanfaatkan dana tersebut dengan maksimal sehingga dapat menumbuhkan keyakinan pemangku kepentingan terhadap proyek pembangunan transportasi masa depan Indonesia," kata Tumiyana dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id.

Adapun lingkup pekerjaan WIKA dalam konsorsium adalah pekerjaan struktur, arsitektur, lanskap, serta mekanikal dan elektrikal. Kereta cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun, yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 km.

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38 persen, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sebesar 12 persen.

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co Ltd masing-masing memiliki 60 persen dan 40 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kinerja Wijaya Karya di kuartal I-2018 positif. Berdasarkan laporan keuangan, WIKA berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 6,26 triliun. Torehan tersebut mampu berkontribusi pada laba bersih Perseroan yang mencapai Rp 171,22 miliar.

Terkait pencapaian laba tersebut, Direktur Keuangan WIKA ANS Kosasih menjelaskan bahwa di awal 2018, perusahaan ini banyak melaksanakan investasi di jalan tol dan kawasan transit oriented development (TOD) atau properti yang terhubung dengan infrastruktur transportasi publik yang dibangun WIKA sehingga terkesan margin WIKA menurun.

"Ada beberapa investasi WIKA di beberapa jalan tol dan infrastruktur transportasi publik lainnya serta di beberapa kawasan TOD yang membuat margin WIKA seakan turun.

Selain itu, ada pula investasi jalan tol yang sudah selesai seperti Tol Soreang-Pasir Koja yang sudah diresmikan Presiden yang saat ini telah dioperasikan oleh WIKA dan tentunya belum melampaui payback period," demikian Kosasih.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X